TAWAZUN.ID — Akademi Riset Islam Al-Azhar mengumumkan lomba bertema “Al-Azhar Asy-Syarif dan Perannya dalam Menjaga Agama dan Bangsa”. Lomba ini digelar dalam rangka mengenalkan peran Al-Azhar, utamanya dalam menjaga agama dan bangsa, serta melawan penyebaran pemahaman yang salah, dan tafsir yang keliru terhadap teks-teks keagamaan. Kegiatan lomba ini juga berangkat dari peran Al-Azhar dalam bidang peningkatan wawasan dan kesadaran.
Secara lebih spesifik, penyelenggaraan lomba berupa kuis singkat ini merupakan arahan Imam Akbar Syekhul-Azhar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib untuk memperbanyak kegiatan yang bersifat pengetahuan dan kebudayaan di taraf nasional Mesir. Kegiatan-kegiatan semacam itu diharapkan mampu meningkatkan kesadaran keagamaan dan kemasyarakatan dengan cara yang mudah dan sederhana. Selain itu, Syekhul-Azhar juga memberikan arahan agar penggunaan media sosial dan situs-situs daring mampu mendorong minat baca masyarakat. Adapun wewenang pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan lomba berada di bawah koordinasi Wakilul-Azhar Syekh Dr. Muhammad Adh-Dhuwaini.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Akademi Riset Islam Syekh Dr. Nazhir ‘Ayyad mengatakan dalam rilis resmi, “Perlombaan ini bertujuan untuk menyebarluaskan pengetahuan yang tepat sasaran dan keilmuan yang konstruktif di tengah masyarakat secara benar."
Sekjen Akademi Riset Islam Al-Azhar juga menyampaikan beberapa tujuan lain sebagaimana berikut: menyoroti peranan Al-Azhar dalam melestarikan warisan kebudayaan (turats) Islam, menegaskan peranan sentral Al-Azhar dalam melestarikan identitas keislaman yang moderat, menyebarkan semangat persatuan bangsa antar individu masyarakat Mesir, mengenalkan sejarah Al-Azhar dalam pergerakan pendidikan yang asasnya ada di sejumlah riwaq (serambi) dan para ulamanya yang cemerlang, menanamkan manhaj Al-Azhar yang moderat yang berasaskan rasa hormat terhadap pluralisme agama, mazhab, dan pemikiran. Hal ini disertai dengan mengangkat peran Al-Azhar dalam mendukung kehidupan bersama yang damai antar kelompok masyarakat dan antara bangsa di dunia dengan beragam etnis dan spektrumnya.

Ia juga menambahkan bahwa misi-misi mulia tersebut diupayakan melalui kontribusi Al-Azhar dalam menyelesaikan sengketa dan juga penindasan etnis di kancah internasional. Serta menyoroti peranan global dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan kemanusian dalam Islam melalui kegiatan yang mempromosikan spirit kasih sayang dan kerja sama antar individu dan masyarakat. Hal ini demi membentuk generasi baru yang penuh kesadaran terhadap peristiwa yang terjadi di sekitaran. Generasi yang, menurutnya, mempunyai wawasan dan pengetahun yang tinggi.
"[Kegiatan seperti ini penting] karena pengetahuan adalah asas kehidupan. Sementara itu, membaca adalah lentera yang menerangi pikiran. Kegiatan ini juga merupakan wujud keinginan Al-Azhar untuk aktif dalam kerja sama yang konstruktif antara Al-Azhar sebagai institusi dan para individu masyarakat, juga investasi yang optimal di dunia digital." kata Syekh Nazhir 'Ayyad.
Sebagaimana rilis Sekjen Akademi Riset Islam yang kemudian dilansir dalam situs resmi lomba, kuis ini melingkupi tujuh aspek, yaitu:
1. Bangunan Masjid Al-Azhar dan sorotan terhadap identitas keislaman
2. Riwaq-riwaq di Masjid Al-Azhar dan peranannya menyebarkan manhaj moderat serta pluralisme mazhab dan pemikiran
3. Para Syekhul-Azhar dan peranan dakwah dan kemasyarakatan mereka dalam melawan pemikiran ekstrem dan ajakan anarkis
4. Pergerakan ilmiah di dalam Al-Azhar Asy-Syarif (ulama kenamaan di setiap masa)
5. Peranan Al-Azhar dalam melestarikan turats Islam dan menyoroti moderatisme serta konsistensinya
6. Lembaga-lembaga Al-Azhar dan sejumlah fase pengembangannya sejak didirikan
7. Peranan Al-Azhar dalam mendukung perdamaian global

Adapun terkait teknis pelaksanaan lomba, Syekhah Dr. Ilham Syahin, Wakil Sekjen untuk Urusan Para Penceramah Perempuan menjelaskan bahwa lomba ini dapat diikuti dengan cara masuk ke situs web yang sudah disiapkan oleh Al-Azhar dan mengisi formulir data diri secara digital. Setelah itu, peserta lomba dapat menjawab sejumlah pertanyaan (pilihan ganda) yang ditampilkan dalam waktu yang sudah ditentukan.
"Peserta dibolehkan mencari bantuan dengan merujuk ke buku Al-Azhar Fi Alfi 'Am karangan Dr. Ahmad Muhammad Auf, buku Shafahat Min Tarikh Al-Azhar Asy-Syarif karangan Dr. Muhammad Abdulhafizh. Kedua buku itu dapat diunduh di situs resmi lomba. Bahkan dibolehkan juga untuk merujuk ke 2 kitab: Al-Azhar Atsar wa Tsaqafah karya Dr. Su'ad Mahir dan Kanz Al-Jauhar fi Tarikh Al-Jami' Al-Azhar karya Sulaiman Rashad Az-Zayyat yang sudah banyak tersedia di internet." kata ulama perempuan Al-Azhar yang menduduki jabatan setara wakil menteri itu.

Ulama perempuan Al-Azhar yang dipercaya menjadi orang nomor satu dalam urusan para daiyah Al-Azhar ini juga menjelaskan bahwa syarat-syarat lomba sebagai berikut:
- Usia peserta tidak kurang dari 12 tahun
- Peserta tinggal di dalam negara Mesir
- Tidak diperbolehkan mendaftar lebih dari sekali
- Tidak diperuntukkan bagi pegawai, peneliti, penerjemah atau siapapun yang bekerja dan menjadi bagian dari Akademi Riset Islam Al-Azhar
- Tidak diperuntukkan bagi anggota panitia lomba, baik panitia akademis maupun panitia pelaksana

Spesifik tentang pemenang lomba ini, Syekhah Ilham Syahin menyatakan bahwa total pemenang nantinya berjumlah 100 orang yang berdomisili di berbagai provinsi di Mesir. Adapun penyerahan hadiah sedianya dilaksanakan pada peringatan tahunan hari jadi Masjid Al-Azhar pada 7 Ramadan 1444 H.
Pelaksanaan lomba akan efektif ditutup pada 15 Februari 2023 mendatang. Sementara informasi detail lainnya dapa diakses di situs resmi lomba Akademi Riset Al-Azhar ini. (hid)
