TAWAZUN.ID — Dalam penutupan program pelatihan pelatih “pengembangan kapasitas mental” untuk pelajar, Al-Azhar menegaskan pentingnya pembangunan pola pikir sistematis bagi generasi muda. “Ini bukan kemewahan, tapi kebutuhan mendesak,” ujar Syekh Ayman Abdulghani, Ketua Sektor Ma’had Al-Azhar, pada Selasa (28/05/2025) di Gedung Konferensi Al-Azhar.
Menurut beliau, kemampuan berpikir metodologis dan mengambil keputusan yang tepat sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan saat ini, dan selaras dengan ajaran Islam yang mengajak umat untuk banyak berpikir dan merenung. “Pengembangan mental adalah pondasi penting untuk mencetak pelajar yang tidak hanya kuat secara akademik, tapi juga memiliki karakter dan ketajaman berpikir,” jelasnya.
Program yang merupakan hasil kolaborasi antara Sektor Ma’had Al-Azhar dan Uni Pengembangan Kapasitas Mental Mesir ini diikuti oleh 270 guru dari berbagai daerah. Para peserta mendapatkan delapan sesi pelatihan daring serta empat jam lokakarya langsung, yang berfokus pada dua cabang olahraga mental: sempoa dan aerobik otak. Sesi ini dipandu oleh para pelatih internasional yang berpengalaman di bidangnya.
“Latihan-latihan ini telah terbukti meningkatkan memori, konsentrasi, serta kemampuan analisis cepat,” ujar Syekh Ayman. Beliau menegaskan bahwa siswa-siswa yang terbiasa dengan latihan semacam ini cenderung lebih fokus, percaya diri, dan memiliki semangat lebih dalam mencari ilmu.
Al-Quran
Kumpulan tulisan dengan kata kunci Al-Quran dan cabang ilmunya bisa teman-teman temukan
di siniDalam sambutannya, Syekh Ayman Abdulghani mengutip firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 190, yang mendorong manusia untuk memikirkan ciptaan Allah sebagai tanda-tanda bagi mereka yang berakal. Beliau juga menyebut sabda Nabi ﷺ tentang pentingnya hati sebagai pusat utama dalam tubuh manusia, dan bahwa “kesehatannya” bergantung pada keharmonisan antara kecerdasan pikiran dan kejernihan jiwa.
Syekh Ayman juga menekankan bahwa hasil pelatihan tidak boleh berhenti di ruang kelas, tetapi harus dibawa ke medan praktik. Para guru peserta diharapkan menjadi “duta pengembangan mental” di madrasah-madrasah mereka, dengan mentransfer ilmu yang didapat kepada kolega dan siswa agar tercipta lingkungan belajar yang kreatif dan kompetitif secara positif.
Beliau menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada Uni Pengembangan Kapasitas Mental Mesir atas kerja sama mereka, serta para pelatih internasional yang telah berbagi ilmu dan pengalaman. “Semoga Allah memberkahi setiap upaya ini dan menolong para guru kita dalam membina generasi Al-Azhar yang cerdas, tercerahkan, serta mampu memadukan antara akal dan nurani, ilmu dan amal, agama dan dunia,” pungkasnya.
