Skip to content

Renovasi Masjid Al-Azhar dari Masa ke Masa

Meski telah lebih dari 1 abad, bangunan Masjid Al-Azhar masih kokoh. Hal ini tentu tak lepas dari perhatian masyarakat muslim dari waktu ke waktu.

FOTO: Renovasi Masjid Al-Azhar dari masa ke masa. (@nurdienaahda/Unsplash)
FOTO: Renovasi Masjid Al-Azhar dari masa ke masa. (@nurdienaahda/Unsplash)

Bangunan Masjid Al-Azhar semenjak berdirinya pada tahun 361 H (973 M) telah berumur 1080 tahun (menurut kalender Hijriah). Meski telah lebih 1 abad, bangunan ini tetap kokoh dan tak luput dilekang masa hingga menjadikannya laksana kawah candradimuka dan pusat pertahanan terbesar akidah ahlusunah waljamaah hingga detik ini.

Hal tersebut tentu tak lepas dari perhatian raja, gubernur, bahkan masyarakatnya di tiap masa. Selalu ada orang-orang yang mewakafkan hartanya untuk Masjid Al-Azhar. Oleh sebab itu, Masjid Al-Azhar menjadi sebagaimana yang bisa kita lihat pada saat ini.

Dalam buku-buku sejarah, terutama dalam Al-Mawa’izh wa Al-I’tibar karangan Imam Al-Maqrizi, pembaharuan Masjid Al-Azhar pertama kali dilakukan oleh Al-Aziz billah setelah 16 tahun semenjak berdirinya masjid (377 H). Beliau merenovasi sebagian iwan (lengkungan tiang) bagian timur masjid dan corak arsitektur serta seninya.

Pada tahun 387 H (997 M), atas seruan seorang wazir bernama Yakub bin Killis, dibangunlah asrama tambahan untuk para talib di bagian selatan shahn (selasar) Masjid Al-Azhar.

Sudah Saatnya Alumni Al-Azhar Aktif Berdakwah di Medsos
Ada tantangan seorang Azhari atau alumnus Al-Azhar di zaman ini yang terkesan sepele namun tidak mudah: mengisi ruang dakwah di media sosial.

Enam tahun setelahnya, pada tahun 393 H (1003 M), Al-Hakim bi Amrillah merenovasi beberapa bagian yang memerlukan renovasi, seperti pembersihan, corak arsitektur, perbaikan beberapa pintu, sejumlah lampu pelita, dan sebagainya. Renovasi ini memakan waktu hingga satu tahun.

Pada tahun 480 H (1087 M), Al-Mustanshir billah juga turut merenovasi beberapa bagian masjid. Meskipun dalam buku-buku sejarah tidak disebutkan pasti apa saja yang direnovasi.

Selanjutnya, pada tahun 519 H (1125 M), Al-Amir bi Ahkamillah menambahkan mihrab baru untuk Masjid Al-Azhar dan merenovasi kubah, bangunan, dan lengkungan mihrab tersebut.

Delapan tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 527 H (1133 M), Al-Hafizh li Dinillah turut menambahkan bilik (tarbi'ah) di samping pintu bagian barat Masjid Al-Azhar, yang dikenal dengan bilik Sayidah Fatimah Az-Zahra.

Setelah masa Dinasti Fathimiyyah berakhir, perhatian terhadap Masjid Al-Azhar tidak turut luntur dan usai. Meskipun tetap tak bisa dipungkiri bahwa Masjid Al-Azhar sempat ditutup pada masa Dinasti Al-Ayyubiyyah selama hampir seratus tahun, yang mengakibatkan tidak adanya perhatian terhadap Masjid Al-Azhar. Maka, ketika Masjid Al-Azhar kembali dibuka pada masa Azh-Zhahir Baybars, pada tahun 665 H (1267 M), beliau menugaskan gubernur dan ajudan lainnya untuk merenovasi Masjid Al-Azhar secara besar-besaran, baik dari dinding, tiang, ruangan, menara, dan menghias mihrab masjid dengan corak yang indah. Belum lagi ditambah dengan pengadaan mimbar untuk pelaksanaan salat Jumat pertama.

Pada masa pemerintahan An-Nashir Muhammad bin Qalawun di tahun 702 H (1303 M), telah terjadi gempa bumi di Kairo dan sekitarnya. Akibatnya, terdapat berbagai kerusakan di beberapa dinding Masjid Al-Azhar. Amir Sallar An-Nashiri pun memberi arahan untuk memperbaiki kerusakan akibat gempa tersebut. Kemudian, 7 tahun berikutnya, Amir bernama Thaybars membangun madrasah di samping pintu bagian barat masjid, tepatnya di samping kiri setelah masuk. Madrasah tersebut dikenal dengan Madrasah Ath-Thaybarsiyyah.

Pada tahun 725 H (1325 M), seorang kadi bernama Najmuddin Al-As’ardi merenovasi beberapa bagian kecil masjid. Kemudian, 15 tahun setelahnya 740 H (1340 M), Amir Abdulwahid Aqbugha membangun madrasah yang bersebelahan dengan Madrasah Ath-Thaybarsiyyah dan dikenal dengan Madrasah Al-Aqbughawiyyah.

21 tahun kemudian 761 H (1360 M) pada masa kepemimpinan An-Nashir Hasan bin Muhammad bin Qalawun, Amir Basyir Al-Jamidar merenovasi dinding-dinding Masjid Al-Azhar dan atapnya. Beliau juga membangun tempat untuk menghafal Al-Quran bagi anak-anak kecil di lantai atas pintu bagian selatan. Di bawahnya, beliau membuat tempat minum, wudu dan memerintahkan untuk memindahkan khazanah dan lemari yang berada di sana.

Renovasi demi renovasi terus-menerus dilakukan oleh orang-orang di tiap masanya, seperti pada masa Azh-Zhahir Barquq, Al-Asyraf Qaytbay, Mushthafa Rustum, Al-Ghuri, Abdurrahman Katkhuda, Fuad I, Abbas Hilmi II, Muhammad Husni Mubarak, dan masih banyak lagi yang belum bisa disebut satu persatu dalam catatan singkat ini.

Pendar Lampu Al-Azhar
Banyak talib dan ulama dahulu tinggal di serambi Al-Azhar. Menghabiskan malam-malamnya berteman pelita.

Hingga saat ini pun, Masjid Al-Azhar senantiasa dijaga, dirawat, dan direnovasi, bahkan renovasi terakhir atas dana pemerintahan Arab Saudi pada tahun 2015 silam. Renovasi tersebut memakan waktu selama kurang lebih tiga tahun. Peresmiannya dihelat pada tanggal 6 Maret 2018. Peresmian hari itu langsung dihadiri oleh Pangeran Salman bin Abdulaziz, Presiden Abdulfattah As-Sisi, Syekhul-Azhar Ahmad At-Tayyib, Wakilul-Azhar Abbas Syauman, Menteri Wakaf Muhammad Mukhtar Jumuah, dan para pembesar lainnya.

Semoga Allah senantiasa menggerakkan hati kaum muslimin untuk senantiasa merawat dan menjaga Al-Azhar, dan menjauhi hati yang ingin menghacurkannya, baik dari dalam maupun luar. Amin.


Baca juga artikel lain di rubrik TARIKH atau tulisan menarik Amirul Mukminin

Latest