Jika kita menelusuri sejarah jabatan mufti di Mesir, hal itu sudah ada semenjak zaman sahabat Nabi SAW, tepatnya dimulai oleh Sayidina ‘Uqbah bin ‘Amir. Bahkan, terdapat sebuah buku setebal 7 jilid yang ditulis oleh guru kami, Prof. Dr. ‘Imad Hilal yang menuliskan tentang para mufti Mesir sejak zaman sahabat Nabi hingga hari ini. Buku itu berjudul Al-Ifta' Al-Mishri min Ash-Shahabi ‘Uqbah ibn ‘Amir ila Ad-Duktur Ali Jumu’ah.
Dari redaksi judul, pembaca mungkin bertanya-tanya kenapa hanya sampai Syekh Ali Jumu’ah? Hal itu karena buku ini pertama kali dicetak sebanyak 5 jilid saat Syekh Ali Jumu’ah menjabat sebagai Mufti Agung Mesir. Lalu Prof. ‘Imad Hilal kembali menuliskan biografi para mufti sebanyak 2 jilid (menjadi 7 jilid) hingga masa Syekh Prof. Dr. Syauqi ‘Allam, namun lebih detail dan dikhususkan untuk para mufti agung sejak lembaga modern Dar Al-Ifta Al-Mishriyyah berdiri hingga kini.
Saat ini, Mesir mempunyai sosok Mufti Agung Mesir baru yang dilantik pada 11 Agustus 2024 silam. Biografinya belum tercantum dalam buku ini. Bagi mereka yang terbiasa membeli Majalah Al-Azhar bulanan dan mengenal Lembaga Riset Islam Al-Azhar, nama tokoh ini sudah tak asing. Namun bagi yang tidak berkutat di sana, mereka masih bertanya-tanya tentang siapa sosok Mufti Agung yang direkomendasikan langsung oleh Imam Akbar Al-Azhar Syekh Ahmad Ath-Thayyib ini?
Nama dan Masa Kecil
Sosok yang akrab dipanggil Nazhir ‘Ayyad ini bernama lengkap Nazhir Muhammad An-Nazhir ‘Ayyad. Ia dilahirkan di Desa Ibsyan, Markaz Bila, Provinsi Kafr Asy-Syaikh, Mesir pada 27 Zulhijah 1393 H (20 Januari 1974 M).
Sebagaimana ulama Al-Azhar pada umumnya, Nazhir ‘Ayyad melalui masa kecilnya dengan digembleng ilmu-ilmu dasar agama di sebuah kuttab desa sembari menghafal Al-Quran di sana. Setelahnya, ia menamatkan jenjang Ibtida'i di Ma’had Al-Azhar Ibsyan, lalu menamatkan jenjang Tsanawi di Ma’had Al-Azhar Bila.
Jenjang Kuliah
Dari sana, pada tahun 1991 M, Nazhir ‘Ayyad muda melanjutkan jenjang perkuliahan S1 di Fakultas Usuludin Universitas Al-Azhar Thantha. Pada saat pemilihan jurusan pada tahun ketiga, ia memilih jurusan Akidah-Filsafat. Ia tamat dari sana pada tahun 1416 H (1995 M) dengan nilai akhir Jayyid Jiddan. Setelah itu, ia melanjutkan jenjang perkuliahan S2 di fakultas dan jurusan yang sama, namun di daerah yang berbeda. Jenjang ini ia lalui di Universitas Al-Azhar Al-Manshurah. Ia pun menyelesaikan tesisnya pada tahun 1421 H (2000 M) dengan judul An-Nafs Al-Insaniyyah wa Quwaha ‘inda Falasifah Al-Islam fi Al-Maghrib wa Mada At-Ta'atstur bi Al-Fikr Al-Yunani (Jiwa Manusia dan Kekuatannya menurut Para Filsuf Islam di Maroko dan Sejauh Mana Pengaruh Pemikiran Yunani).
Pada tahun dan tempat di mana ia menamatkan jenjang Magister, ia melanjutkan jenjang Doktoral dengan judul disertasi Inkar Al-Ghaib wa Khatharuhu ‘ala Al-Fikr Al-Insani (Pengingkaran Perkara Gaib dan Bahayanya bagi Pemikiran Manusia). Disertasi ini ditulis selama 2,5 tahun dan diujikan pada tahun 1424 H (2003 M).
Jenjang Karir
Mengenai jenjang karir, Syekh Nazhir ‘Ayyad sudah memasukinya setahun setelah menamatkan S1-nya, yaitu pada tahun 1417 H (1996 M). Karir pertamanya adalah menjadi asisten dosen di Jurusan Akidah-Filsafat Fakultas Usuludin Universitas Al-Azhar cabang Al-Manshurah. Di tahun dan tempat ini pulalah, sembari menjadi asisten, ia juga melanjutkan jenjang S2-nya.
Pada tahun 1421 H (2000 M), tahun di mana ia menyelesaikan S2-nya, ia naik jabatan di kampus sebagai dosen madya. Lalu, setelah tamat S3 pada tahun 1424 H (2003 M), ia naik jabatan sebagai dosen Akidah-Filsafat.
Jenjang karirnya di dunia kampus terus naik. Dari dosen, ia naik jabatan sebagai profesor madya pada tahun 1430 H (2009 M). Beberapa tahun setelah itu, tepatnya pada tahun 1432 H (2011 M), ia dipindah-tugaskan dari Kampus Al-Manshurah ke Kampus Studi Islam dan Arab Banat Univ. Al-Azhar cabang Kafr Asy-Syaikh. Dua tahun di sini, ia naik jabatan sebagai Kajur Akidah-Filsafat selama periode 1434-1436 H (2013-2015 M).
Pada tahun 1437 H (2016 M), ia naik jabatan sebagai profesor atau guru besar Akidah-Filsafat sekaligus wakil dekan di Fakultas Studi Islam dan Arab Banat Univ. Al-Azhar cabang Kafr Asy-Syaikh. Jabatan wakil ia emban hingga tahun 1440 H (2019 M), karena pada tahun itu, ia dilantik sebagai Sekjen Majma’ Al-Buhuts Al-Islamiyyah (Lembaga Riset Islam) Al-Azhar, tepatnya pada 29 Syakban 1440 H (5 Mei 2019 M).
Tak hanya sampai situ, di samping mengemban tugas sekjen Lembaga Riset Islam, ia juga menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Al-Azhar pada 22 Syakban 1441 H (15 April 2020 M) dan Penyelia Umum Pusat Internasional Al-Azhar untuk Observasi, Fatwa Elektronik, dan Terjemah pada 25 Ramadan 1441 H (17 Mei 2020 M). Lalu yang termutakhir, ia dilantik sebagai Mufti Agung Mesir pada 6 Safar 1446 H (11 Agustus 2024 M) lalu atas rekomendasi langsung Imam Akbar Al-Azhar Syekh Ahmad Ath-Thayyib.
Karya Tulis
Sejak muda, Syekh Prof. Dr. Nazhir ‘Ayyad sudah menampakkan kepiawaiannya dalam dunia literasi. Hal ini bisa terlihat dari keragaman karya tulisnya. Hingga kini karyanya sudah lebih dari 65 buku dan tahkik, itu belum terhitung dengan kata pengantar tiap bulan di Majalah Al-Azhar, pidato, muhadarah, dan masih banyak lagi.
Di sini, penulis hanya akan menyebutkan sejumlah karya tulisnya, mengingat keterbatasan yang ada dalam penulisan artikel yang terlalu panjang:
- An-Nafs Al-Insaniyyah wa Quwaha ‘inda Falasifah Al-Islam fi Al-Maghrib wa Mada At-Ta'atstur bi Al-Fikr Al-Yunani (tesis Magister)
- Inkar Al-Ghaib wa Khatharuhu ‘ala Al-Fikr Al-Insani (disertasi Doktoral)
- Madkhal Naqdi li ‘Ilm Al-Kalam
- Dirasat Kalamiyyah (2 jilid)
- Dirasat fi Al-‘Aqidah Al-Islamiyyah
- Syubuhat Al-Mustasyriqin Haula Qadhaya Al-Mar'ah ‘Ardh wa Naqd
- Qadhiyyah Af’al Al-‘Ibad ‘inda Al-Mutakallimin Ru'yah Naqdiyyah
- At-Taulid ‘inda Al-Mutakallimin wa Makanah Al-Fi’l Al-Insani Minhu
- Muhadharat fi Maddah Al-‘Aqidah wa Falsafah Al-‘Ilm
- Al-Madkhal ila Al-Falsafah
- Muqaddimah fi ‘Ilm Al-Akhlaq
- Qira'ah fi Al-Falsafah Al-Urubbiyyah fi Al-‘Ushur Al-Wushtha
- Muhadharat fi Al-Manthiq Al-Qadim (2 jilid)
- Al-Falsafah Al-Islamiyyah fi Al-Masyriq
- Al-Falsafah Al-Islamiyyah fi Al-Maghrib
- Muhadharat fi Al-Firaq Al-Islamiyyah
- At-Taqiyyah ‘inda Asy-Syi'ah ‘Ardh wa Munaqasyah
- Fi At-Tashawwuf Al-Islami Qadhaya wa Munaqasyat
- Dirasat fi At-Tashawwuf wa Ash-Shufiyyah
- At-Tashawwuf Al-Islami wa Shilatuhu bi Nazhariyyah Al-Mashadir Al-Kharijiyyah
- Tahkik Al-Ma’arif Syarh Ash-Shahaif Al-Ilahiyyah karya Syamsuddin As-Samarqandi
- Tahkik Al-Bidayah min Al-Kifayah fi Ushul Al-Hidayah karya Nuruddin Ash-Shabuni
- Tahkik Al-Masail Al-Khamsun fi Ushul Ad-Din karya Fakhruddin Ar-Razi