TAWAZUN.ID — Tragedi kemanusiaan kembali mengguncang dunia. Pada Jumat, 23 Mei 2025, serangan udara Israel menghantam sebuah rumah di Khan Younis, Gaza selatan. Rumah itu milik dr. Alaa An-Najjar, seorang dokter Palestina yang tengah bertugas di instalasi gawat darurat. Sembilan dari sepuluh anaknya syahid seketika. Sementara suami dan satu anaknya yang tersisa mengalami luka berat.
Di tengah kedukaan yang dalam, dr. Alaa tetap menjalankan tugasnya, melayani pasien di tengah kepulan asap dan gemuruh ledakan. Bahkan, ia sempat menerima jenazah anak-anaknya sendiri di Kompleks Medis Nasser tempatnya bekerja.
Menyikapi tragedi memilukan ini, Syekhul-Azhar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib, menyampaikan belasungkawa dan doa kepada dr. Alaa An-Najjar. Ia menyebut peristiwa ini sebagai "sebuah kejahatan yang mengerikan dan wajah paling keji dari terorisme terhadap rakyat yang tak berdaya, yang hanya memiliki kesabaran dan iman."
Dalam pernyataan resminya, Imam Akbar Al-Azhar menegaskan bahwa ketabahan dr. Alaa, yang tetap menjalankan misi kemanusiaannya meski kehilangan hampir seluruh keluarganya, adalah cermin kekuatan sejati rakyat Palestina. Ia juga mengecam keras diamnya komunitas internasional dan keterlibatan sebagian rezim dunia dalam mendukung kekejaman Israel.
“Pemandangan seorang ibu yang menyambut jenazah anak-anaknya yang terbakar, namun tetap menjalankan tugas medisnya, seharusnya membangunkan hati nurani dunia yang tertidur dan membongkar kebungkaman yang memalukan itu,” ujar Syekhul-Azhar.
Beliau menegaskan bahwa kekejaman semacam ini tidak akan mampu memadamkan cahaya kebenaran atau menghapus hak-hak rakyat Palestina. Bahkan tidak akan membuat mereka menyerah atas tanah airnya, atau membuat dunia melupakan lapisan demi lapisan kezaliman yang mereka hadapi.
Di akhir pernyataannya, Syekhul-Azhar memanjatkan doa agar para syuhada dilimpahi rahmat oleh Allah SWT dan diangkat ke tempat yang mulia. Beliau juga berdoa agar orang tua mereka diberi ketenangan dan balasan pahala yang besar atas kesabaran mereka.
“Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un.”
