Adab Guru Menurut Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari (1): Membentuk Kepribadian Mulia

Sebelumnya, saya telah menulis tentang adab seorang santri menurut Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari. Rasanya pembahasan ini tidak akan sempurna tanpa melengkapi dengan adab seorang guru menurut Hadratusy-Syaikh. Sebab keduanya (etika murid dan guru) saling melengkapi, terutama di zaman krisis figur dan uswah seorang guru seperti hari ini.

Adab seorang guru mencakup hal-hal yang wajib dilakukan oleh guru sekaligus hak-hak murid atas guru. Dalam kitabnya Adab Al-‘Alim wa Al-Muta’allim, Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari membahas adab ini dan membaginya menjadi tiga bagian: adab guru terhadap dirinya sendiri, adab guru saat mengajar, dan adab guru terhadap muridnya.

Karena keterbatasan ruang, saya akan membahas bagian pertama terlebih dahulu. Bagian ini merupakan yang paling penting sebelum membahas dua bagian lainnya. Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari mencatat dua puluh etika yang perlu diperhatikan oleh seorang guru, yang merupakan kriteria utama kelayakan seorang guru.

1. Selalu merasa diawasi oleh Allah SWT (muraqabah)
Guru hendaknya selalu merasa diawasi oleh Allah SWT dalam keadaan sepi maupun ramai. Perasaan ini akan membuahkan sifat takwa dan menjaga diri dari perbuatan yang tidak pantas.

2. Takut kepada Allah dalam setiap tindakan
Guru harus senantiasa takut kepada Allah dalam setiap ucapan, tindakan, diam, maupun geraknya. Menurut Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari, guru adalah wakil Allah yang mengemban amanah ilmu, kebijaksanaan, dan rasa takut kepada-Nya. Jika seorang guru mengabaikan hal ini, maka ia telah berkhianat kepada Allah.

3. Tenang (sakinah) dalam segala tindak tanduknya

4. Menjaga diri dari hal-hal syubhat (wara’)
Guru harus menjauhi hal-hal syubhat, apalagi yang jelas-jelas haram.

5. Tawadhu’ (rendah hati)
Ilmu yang dimiliki seorang guru hendaknya mendorongnya untuk bersikap rendah hati, bukan sombong.

6. Khusyu’ dalam beribadah
Guru harus khusyu' dalam ibadah kepada Allah SWT. Sebagaimana pesan Imam Malik kepada Khalifah Harun Ar-Rasyid, tanda seseorang yang berilmu dapat dilihat dari sifat tenang, kehormatan, dan sabar dalam dirinya.

7. Menggantungkan seluruh urusan hidup kepada Allah SWT

8. Tidak menjadikan ilmu sebagai alat untuk kepentingan duniawi
Ilmu tidak boleh dijadikan alat untuk mencari jabatan, harta, reputasi, popularitas, atau untuk bersaing mengalahkan orang lain.

9. Tidak menghormati secara berlebihan 'anak-anak dunia'
Istilah ini merujuk pada para pemimpin, pejabat, atau orang kaya yang memiliki pengaruh. Guru tidak boleh mendekati mereka dengan tujuan duniawi, seperti mencari keuntungan atau pengaruh. Namun, jika ada maslahat tertentu, hal ini diperbolehkan menurut Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari.

10. Zuhud dan hidup sederhana
Guru hendaknya bersikap zuhud terhadap dunia dan hidup sederhana tanpa menyakiti diri sendiri maupun keluarganya.

11. Menjauhi pekerjaan hina
Pekerjaan yang tidak memiliki manfaat keilmuan atau agama tidak layak dilakukan seorang guru.

12. Menghindari fitnah
Guru harus menghindari tempat atau tindakan yang rentan memicu fitnah terhadap dirinya, agamanya, atau masyarakat.

13. Menegakkan syiar Islam
Guru hendaknya selalu menegakkan syiar Islam, seperti salat berjamaah, menyebarkan salam, dan amar makruf nahi mungkar.

14. Menghidupkan sunnah dan menjauhi bid’ah
Guru harus meniatkan seluruh hidupnya untuk menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW dan menjauhi bid’ah.

Tasawuf

Kumpulan tulisan bertema tasawuf dapat teman-teman baca

di sini

15. Menjaga amalan sunnah
Guru hendaknya istiqamah membaca Al-Quran, berzikir, dan berselawat, serta menghormati selawat dengan penuh adab.

16. Berakhlak baik dalam interaksi dengan masyarakat
Guru harus ramah, ceria, dan senantiasa mengaplikasikan akhlak mulia dalam keseharian.

17. Membersihkan hati dan dirinya dari akhlak buruk

18. Terus belajar dan mengamalkan ilmu
Guru hendaknya tidak pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki. Ia harus terus belajar, membaca, dan meneliti, serta bersungguh-sungguh dalam mengamalkan ilmunya.

19. Rendah hati dalam menerima ilmu dari siapa saja
Guru tidak boleh sombong atau gengsi untuk menerima ilmu, bahkan dari orang yang lebih rendah darinya dalam hal kedudukan, usia, atau keilmuan.

20. Produktif menulis dan berkarya
Seorang guru yang sudah ahli dalam ilmunya hendaknya produktif menulis dan menghasilkan karya keilmuan yang bermanfaat.

Sebagai guru, memenuhi 20 adab ini merupakan langkah penting untuk menjadi teladan bagi generasi penerus. Di bagian berikutnya, kita akan membahas bagaimana adab seorang guru saat mengajar. Jangan lewatkan pembahasan berikutnya!


💡
Baca juga artikel lain di rubrik MOZAIK atau tulisan menarik Lukman Hakim Rohim