Khutbah Pertama
إنَّ الحَمدَ للّٰهِ نَحْمَدُهُ ونَسْتَعِينُهُ ونَسْتَهْدِيْهِ ونَشْكُرُهُ ونَعُوذُ باللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا ومِنْ سَيٌِئاتِ أَعْمَالٍنَا، مَنْ يَهْدِ اللّهُ فَلَا مُضِلَّ لهُ ومَنْ يُضلِلْ فَلَا هَادٍيَ لَهُ،
وأشْهَدُ أنْ لَا إِلَـهَ إلّا اللّه وحْدَهُ لا شَرِيكَ لهُ، جَلَّ رَبّي لَا يُشْبِهُ شَيْئًا ولا يُشْبِهُهُ شَئءٌ، ولا يَحُلُّ في شَيْءٍ ولا يَنْحَلُّ مِنْهُ شَيْءٌ، لَيسَ كَمِثْلِهِ شَيءٌ وَهُوَ السَّميعُ البَصِيرُ. وأَشْهَدُ أنَّ سَيّدَنا مُحَمّدًا عَبْدُهُ ورسولُهُ وصَفِيُّهُ وحَبِيبُهُ، صَلَّى اللّه عليهِ وعَلَى كُلِِّ رَسُولٍ أَرْسَلَهُ.
أمّا بعدُ عبادَ الله فإنّي أُوصِيكُمْ ونَفْسي بِتَقْوى الله العَلِيّ القديرِ القائلِ في مُحْكَمِ كِتابِهِ المعجِزَةِ الكريمِ: فَفِرُّوٓا۟ إِلَى ٱلله
Hadirin Maasyiral Muslimin Rahimakumullah..
Sekarang kita sedang berjalan menuju Allah dan melakukan amal kebaikan dengan beribadah adalah bekal kita menuju keridaan Allah. Kenapa kita katakan sedang berjalan menuju Allah? Karena Allah adalah seluruh tujuan kita. Maka mari kita sama-sama ber-tawajjuh untuk menuju Allah SWT.
فَفِرُّوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ
Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah.
Dalam kaidah tasawuf dikatakan:
الله مَقْصُودُ الْكُلّ
Allah SWT adalah seluruh tujuan kami.
Maksud dari kaidah ini adalah segala kehidupan kita yang sementara ini, yang sedang kita jalankan ini adalah untuk Allah dan akan menuju Allah. Begitupun segala perbuatan amal saleh yang kita lakukan adalah jalan wasilah untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT, maka, kita beramal semata-mata untuk Allah sebagai upaya mendapatkan rida Allah.
Apakah amal kebaikan ini penyebab kita masuk surga? Maka jawabannya, bukan amal yang menyebabkan kita masuk surga, namun rahmat dan karunia Allahlah seseorang masuk surga.
Lalu, kenapa kita diperintah Allah untuk melakukan amal kebaikan? Maka jawabannya sudah kami sebutkan tadi di atas, adalah semata-mata sebab atau wasilah kita mendapatkan keridaan Allah. Akan tetapi, dan ini sesuatu yang teramat penting yaitu seseorang tidak boleh menganggap dan merasa bahwa dengan amal kebaikan, melakukan ketaatan kepada Allah sudah pantas mendapatkan surga dengan sebab amal yang baik di atas. Sebab orang yang demikian, yaitu melakukan ketaatan kepada Allah SWT, namun kepada amal itu ia berpegang teguh, bahkan menganggap dirinya pantas mendapatkan surganya Allah itu sama dengan ia telah menyekutukan Allah. Kenapa? Karena ia berpegang pada amalnya. Bukan pada Allah SWT.
Hadirin...
Ciri orang yang berpegang pada amal perbuatannya adalah ketika ia melakukan kesalahan atau dosa maka berkurang harapan mendapatkan ampunan dari Allah. Bahkan putus asa. Ini menunjukan bahwa ia berpegang pada amalnya bukan pada rahmat dan karunia Allah.
Maka benar apa yang dikatakan Ibnu Atha'illah:
مِنْ عَلَامَةِ الْاِعْتِمَادِ عَلَى الْعَمَلِ نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُودِ الزَّلَل
"Termasuk tanda berpegang pada amal adalah kurang harapan (ampunan Allah) ketika berbuat kesalahan."
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah..
Orang yang beriman kepada Allah lalu mengamalkan ketaatan kepada Allah maka harus semata-mata karena Allah. Dan alasan kita beribadah kepadanya karena Allahlah yang telah menciptakan kita. Oleh karena itu, maka Allah adalah Dzat yang berhak untuk disembah. Adapun Allah mau memasukkan kita ke surga atau ke neraka, itu adalah hak prerogatif Allah SWT.
Nabi telah menjelaskan bahwa amal bukanlah sesuatu yang membuat kita masuk surga.
لَنْ يُدْخِلَ أَحَدُكُمُ الْجَنَّةَ عَمَلُهُ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ الله قَالَ : وَلَا أنَا إلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللهُ بِرَحْمَتِهِ
Artinya: Tidak ada salah satu di antara kalian yang amalnya bisa memasukkannya ke surga. Para Sahabat bertanya: Engkau juga tidak ya Rasulullah? Rasulullah SAW menjawab: “Aku juga tidak, hanya saja Allah meliputi rahmat-Nya kepadaku”.
Maka, orang yang beriman harus meyakini jika Allah memasukan ahli taat ke surga itu semata-mata atas rahmat Allah dan anugerah-Nya. Bukan karena amal yang dilakukannya.
Semoga kita semua mendapatkan keridaan dan Rahmat-Nya. Amin Ya Rabbal 'Alamien..
بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْانِ العَظٓيم ونَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِالأيَاتِ والذِّكرِ الحَكِيم وتَقَبَّلْ مِنِّي ومِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيم
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للّٰهِ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ لَهُ اَلْوَاقِفِيْنَ عَلَى بَابِهِ حَتَّى يَرْضَى وَيَفْتَحَ عَلَيْنَا فُتُوْحَ الْعَارِفِيْنَ بِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَنَبِيُّهُ وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلْأُمَّةِ وَجاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ حَتَّى أَتَاهُ الْيَقِيْنَ، فَصَلَّى اللّٰهُ عَلَيْكَ وَسَلَّمَ يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ!
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ … اِتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهَوا عَمَّا نهى وَاعْلَمُوْا أنَّ اللّٰهَ أمَرَكُمْ بِأمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى أنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيّ يَا أيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إنْدُوْنِيْسِيَا خَاصَّةً، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
نَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِحُرْمَةِ بَابِكَ كُلِّهِ أَنْ تُنَزِّلَ النَّعِيْمَ وَالْخُلْدَ عَلَى أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ وَضَحَايَا الْإِرْهَابِيِّ فِيْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا وَأَنْ تُنَزِّلَ الْعَافِيَةَ وَالشِّفَاءَ عَلَى الْجُرْحَى وَالْمُصَابِيْنَ وَأَنْ تُنَزِّلَ الْأَمَانَ وَالْعَافِيَةَ عَلَى بِلَادِنَا وَأَوْطَانِنَا كُلِّهَا وَعَلَى بِلَادِ الْعَالَمِيْنَ، وَنَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ لِأَهْلِ أَرْضِ إِنْدُوْنِيْسِيَا عَلَى وَجْهِ الْخُصُوْصِ أَنْ تَحْفِظَهُمْ، اَللَّهُمَّ احْفَظْ إِنْدُوْنِيْسِيَا وَشَعْبَهَا الْعَظِيْمَ وَاحْفَظْ عُقُوْلَهُمْ وَزَكِّ نُفُوْسَهُمْ وَوَسِّعْ أَرْزَاقَهُمْ وَجَمِّلْ أَخْلَاقَهُمْ وَابْسُطْ بَيْنَهُمْ بِسَاطَ الرَّخَاءِ وَالْعَافِيَةِ وَالْوَفْرَةِ وَالسَّعَةِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.