Khutbah Pertama
Hadirin rahimakumullah
Alhamdulillah, puji syukur kita curahkan kepada Allah SWT, atas rahmat dan inayah-Nya, sehingga kemerdekaan Republik Indonesia telah berusia 78 tahun.
Hadirin,
Tanah air adalah tempat kita lahir, tempat kita sujud, tempat kita berteduh, tempat kita nanti dikuburkan, tempat kita menjalankan aktivitas sehari-hari. Tanah air adalah rumah yang harus kita jaga.
Secara filosofis, penyebutan negara dengan "tanah air" bukan tanpa sebab. Prof. Muhammad Quraish Shihab memaknai bahwa dari tanahnya Indonesia yang kita pijak ini kita lahir, dan dari airnya Indonesia ini kita minum. Air adalah sumber kehidupan. Berarti kita mempunyai hubungan erat dengan tanah air untuk meraih manfaat dari tanahnya maupun airnya agar kita hidup.
Tanah air juga disebut tumpah darah. Kenapa? karena di sinilah ibu kita menumpahkan darah saat melahirkan kita. Berarti kalau cinta tanah air haruslah bersedia menumpahkan darah demi membela negara. Indonesia juga disebut ibu pertiwi. Kenapa? Bukankah seorang ibu tidak pernah bosan memberi kepada anaknya? Seorang anak mempunyai keterkaitan erat dengan anaknya, dan anak pun mestinya punya keterkaitan erat dengan ibunya. Kalau ibu bersedia memberi apapun kepada anaknya, maka anak harus bersedia mengabdi kepada ibunya. Itulah filosofi nama-nama tersebut.
Hadirin yang dirahmati Allah...
Di dalam tanah air terdapat banyak orang yang kita sayangi dan cintai; ada keluarga, guru, saudara, teman, dan para kekasih tercinta. Maka, tanah air adalah kehormatan kita, darah kita, harta kita, bumi kita dan kemuliaan kita. Sudah seharusnya, bagi seorang mukmin yang taat, mencintai tanah airnya.
Islam mengajarkan bahwa mencintai tanah air termasuk bagian dari iman, menjaga tanah air adalah jihad, dan mati dalam menjaga tanah air berbuah syahid. Rasulullah SAW mengatakan:
Artinya: "Barang siapa yang mati membela kehormatannya, maka ia mati syahid. Barang siapa yang mati membela darahnya, maka ia mati syahid. Dan barang siapa yang mati membela hartanya, maka ia syahid".
Oleh karena itu, berbakti, berkhidmah kepada negara adalah termasuk bagian dari berbakti kepada agama.
Hadirin...
Pada 15 abad yang lalu, Rasullah SAW merumuskan Piagam Madinah yang telah disepakati oleh beberapa elemen dan unsur masyarakat dari kaum Muslim dan kaum Yahudi. Dalam kesepakatan tersebut terdapat 52 poin penting mengenai hubungan semua pihak dalam menjalankan dinamika kehidupan sehari-hari. Seperti mendapatkan hak dalam melaksanakan agama, tidak mengganggu, dan berjanji untuk saling tolong menolong ketika kesulitan atau diganggu. Hal ini Nabi lakukan sebagai upaya untuk mempertahankan Madinah. Artinya, membela negara adalah bagian dari ajaran yang telah diajarkan Rasulullah SAW.
Hadirin Rahimakumullah...
Dalam sirah nabawiyyah, kita akan melihat bahwa kecintaan Nabi Muhammad SAW kepada tanah air sangat nyata dan perlu kita tiru. Kecintaan Rasulallah SAW kepada tanah airnya tergambar jelas ketika ia hendak berhijrah ke Madinah karena beliau dan umat muslim diusir dari Makkah oleh kaum kafir Quraisy. Saat diperjalanan, Rasulullah SAW mengutarakan rasa cintanya terhadap Makkah dengan memandang Makkah, menangis seketika, dan mengatakan:
Artinya: "Demi Allah, (wahai Makkah), engkau adalah tempat yang paling aku cintai. Seandainya masyarakatmu tidak mengusir aku, aku tidak akan meninggalkanmu"
Rasulullah
Kumpulan tulisan dengan spirit kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat teman-teman temukan
di siniKalau kita renungkan hadits di atas, meskipun Rasulullah SAW melaksanakan hijrah telah mendapat perintah dan izin langsung dari Allah SWT, meskipun masyarakat Makkah pada waktu itu banyak mengecewakan langkah dakwah dengan perlakuan kejahatan dan aniaya kepada Rasulullah dan para sahabatnya, tetapi itu semua tidak menggoyahkan rasa cinta Nabi kepada tanah airnya, Makkah.
Bahkan saat Nabi sampai di Madinah, ia rindu akan tanah airnya, maka Nabi berdoa: "Ya Allah, jadikanlah Madinah ini kota yang kami cintai, seperti kami mencintai kota Makkah". Turunlah janji Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman:
Artinya: "Sesungguhnya Allah yang mewajibkan engkau (Muhammad) untuk melaksanakan hukum-hukum Al-Quran, benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali". [Surah Al-Qashash: 85]
Hadirin rahimakumullah,
Masihkah kita semua ragu untuk mencintai tanah air? Masihkan kita ragu mencintai tanah air adalah bagian dari keimanan?
Alhamdulillah, bangsa kita telah hidup merdeka selama 78 tahun. Kemerdekaan ini bukanlah pemberian dari negara manapun bukan pula hasil negosiasi. Kemerdekaan ini adalah berkat rahmat Allah dan perjuangan para pahlawan. Berkat mereka kita bisa ibadah dengan tenang, belajar dengan khusyuk, bekerja dengan nyaman, dan menikmati hidup ini tanpa dihantui kekhawatiran atau ketakutan.
※ Menyoal Antroposentrisme dan Islam
Lalu bagaimana cara kita mensyukuri dan mengisi kemerdekaan ini?
Tak lain, kalau kita mau menjaga, merawat negeri ini, kalau kita mau meramaikan bumi yang kita pijak ini, tak ada yang lain bagi kita semua selain kita isi dengan ketakwaan dan ilmu. Ilmu pengetahun dan ilmu agama harus sejalan seirama. Kita isi kemerdekaan ini dengan ilmu yang bermanfaat untuk bangsa dan agama. Maka, carilah ilmu sebanyak-banyaknya, ilmu bekal masa depan, bekal kita untuk merawat jagat tanah air ini. Dengan ilmu, negeri ini akan terarah dan dengannya kita akan bisa menjaga negeri ini. Dengan ilmu, semua menjadi mudah. Bahkan Allah akan mengangkat derajat suatu bangsa, menebar keberkahan, menurunkan rahmat-Nya di bumi yang kita pijak ini, jika para penduduknya beriman dan berilmu.
Artinya: "Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat". [Surah Al-Mujadalah: 11]
Inilah kiranya pelajaran kesetiaan Rasul. Yang bisa kita ambil pelajaran dari hadits di atas bahwa cinta tanah air adalah naluri, fitrahnya setiap manusia, dan ajaran Rasulullah SAW. Dengan HUT ke-78 Republik Indonesia kali ini, kita berdoa semoga kita dan anak-anak cucu kita nanti merdeka dari keterbelakangan, kebodohan, dan kemalasan, dimerdekakan dari dekadensi moral. Amiin ya Rabbal 'Alamin.