Khutbah Pertama
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah..
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan sehat wal afiat sehingga kita bisa berkumpul disini untuk melaksanakan ibadah salat Jumat.
Sebagaimana kita tahu bahwa waktu tidak akan bisa diulang kembali. Bahkan orang terkaya di dunia sekalipun tidak akan bisa membelinya. Tampaknya, masih sedikit orang yang merenung mengenai hal ini. Padahal Allah SWT banyak bersumpah dalam Al-Quran dengan waktu, seperti demi waktu Ashar (Surah Al-'Ashr), demi waktu Dhuha (Surah Adh-Dhuha), demi waktu fajar (Surah Al-Fajr), demi matahari dan cahayanya di pagi hari (Surah Asy-Syams), dan lain lain. Artinya waktu adalah modal penting yang dimiliki manusia melebihi materi, yang jika digunakan dengan sebaik mungkin akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Sebaliknya, apabila modal ini disia-siakan dan dihamburkan kepada hal yang tidak bermanfaat, maka akan rugi.
※ Time Is (not) Money
Ada dua nikmat pemberian Allah yang sering terlena terlupakan oleh manusia yaitu nikmat sehat dan waktu senggang. Sehingga manusia merugi dibuatnya. Nabi mengatakan:
Artinya: "Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia merugi di dalamnya, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang." (HR Al-Bukhari)
Lebih luas lagi, Rasul SAW mewasiatkan umatnya bahwa ada 5 (lima) waktu yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk beramal, melakukan sesuatu yang produktif agar menghasilkan kebaikan, kesuksesan, dan juga karya. Waktu-waktu tersebut ialah:
Pertama, saat muda. Muda adalah saat yang produktif, karena saat usia muda tubuh sedang dalam keadaan prima: tenaga kuat, pikiran kritis, pandangan tajam, maka sangat strategis untuk memulai sesuatu sebagai bekal untuk di masa tua nanti. Manfaatkanlah masa muda sebelum datang masa tua!
Kedua, saat dalam keadaan sehat. Sebab itulah waktu yang bisa dimanfaatkan untuk segala kegiatan apapun. Saat jiwa raga sehat, kita mampu melakukan hal apapun. Tapi di saat dalam keadaan sakit, raga hanya terbaring lemah tidak berdaya untuk melakukan banyak hal termasuk dalam mengurus diri sendiri. Maka, manfaatkanlah waktu di saat sehat itu dengan berbagai amal yang bermanfaat sebelum datangnya sakit.
Ketiga, saat dalam keadaan kaya, keadaan mumpuni dari segi ekonomi. Gunakan harta itu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, untuk menjembatani ibadah kepada Allah. Apabila ada lebih dari harta itu, jangan lupa sisihkan untuk bersedekah kepada fakir-miskin, anak yatim, dan juga orang-orang yang telah berjasa bagimu. Sesungguhnya kebaikan dari harta itu akan kamu temui lagi di akhirat kelak. Tapi apabila digunakan pada sesuatu yang tidak bermanfaat, berfoya-foya, sesungguhnya keburukan dari harta itu akan kamu temui lagi di akhirat kelak. Maka, manfaatkanlah watu di saat kaya itu dengan kebaikan sebelum datang kemiskinan.
Keempat, waktu luang. Waktu luang adalah waktu yang kita sedang dalam keadaan tenang, senggang, tidak dalam kesibukan. Maka pada saat itu, gunakan waktu luang itu untuk beramal, mengingat Allah, memanfaatkan waktu tersebut dengan berbagai macam kegiatan yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat sebelum datangnya waktu sibuk.
Kelima, saat masih hidup. Selagi masih hidup, gunakan waktu hidup ini untuk beramal dan berkarya. Beribadahlah sebelum kalian mati. Jadikan waktu hidupmu itu untuk mengabdi kepada Allah, Rasulullah, tanah air, orang tua, guru-gurumu. Gunakanlah waktu hidupmu untuk berbuat baik kepada keluarga, untuk berusaha menafkahi istri dan anak kalian, untuk mempererat silaturahmi, dan menebarkan kasih sayang. Sehingga saat kamu mati hanyalah jasadnya saja, kebaikan dan pengabdianmu akan tetap hidup diingatan orang-orang disekitarmu.
Rasulullah
Kumpulan tulisan dengan spirit kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat teman-teman temukan
di siniDemikian itu berdasar pada hadis yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW:
Artinya: "Manfaatkanlah (kesempatan) lima perkara sebelum lima perkara (yang lain datang): mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum fakirmu, waktu senggangmu sebelum sibukmu, hidupmu sebelum matimu." (Akhrajahu Ibn Abi Ad-Dunya)
Hadirin rahimakumullah...
Mari perhatikan waktu kita dengan tepat. Selama 24 jam itu berapa lama yang kita gunakan untuk kebaikan? Apakah lebih banyak produktif atau malasnya? Pantas saja orang-orang jaman dahulu ada yang punya prinsip "lebih baik kehilangan harta daripada kehilangan waktu". Karena waktu adalah momen yang apabila ditata sebaik mungkin, akan membuat kita bernilai dihadapan Allah dan Rasul-Nya.
Banyak orang di akhirat nanti yang merasa rugi dan menyesal karena waktu di dunia tidak digunakan sebaik mungkin untuk beramal, mereka yang di neraka itu berteriak: "Ya Rabb, kalau aku diberi kesempatan kembali lagi ke dunia, hanya akan aku gunakan untuk beramal kebaikan dan ketaatan kepadamu". Namun, itu hanyalah harapan yang tidak akan pernah terlaksana, ungkapan penyesalan yang hanya akan menambah kesakitan. Jangan biarkan semua terlewati dengan sia-sia karena akan dipertanggungjawabkan nanti di akhirat.
Hadirin...
Ingatlah hadis ini dan dengarkanlah dengan penuh kekhusyuan:
Artinya: "Dari Muadz bin Jabal ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda. "Pada hari kiamat kedua kaki manusia akan berhenti untuk dimintai pertanggungjawaban tentang empat hal. Pertama, tentang umurnya dihabiskan untuk tujuan apa. Kedua, tentang waktu muda dihabiskan untuk apa. Ketiga, tentang harta, dari mana sumber penghasilannya dan dihabiskan untuk tujuan apa. Keempat, tentang ilmu yang ia miliki, diamalkan atau tidak." (HR Imam Bazzar dan Imam Ath-Thabrani dengan sanad yang sahih)
※ Gelora Pembaruan Syekh Hasan Al-'Aththar
Mari kita renungkan juga apa yang dikatakan oleh seorang ulama besar Syekh Hasan Al-Bashri berikut ini:
Artinya: "Dunia ini hakikatnya hanya tiga hari (saja): Kemarin, yg tidak akan pernah kembali. Besok, yg belum tentu engkau temui. Dan hari ini, itulah milikmu, Maka (segeralah) engkau beramal."
Semoga kita bisa menjadi manusia yang selalu memanfaatkan waktu. Amin ya Rabbal 'Alamin.