Skip to content

Khutbah Jumat Mukjizat Al-Quran dan Wirid bagi yang Membacanya

Al-Quran adalah mukjizat Nabi Muhammad SAW. Ialah pedoman dan pegangan umat muslim dalam hidup. Teks khutbah Jumat ini bertema keagungan Al-Quran.

FOTO Masjid 99 Kubah, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. (Unsplash/Khairul Akbar)
FOTO Masjid 99 Kubah, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. (Unsplash/Khairul Akbar)

Khutbah Pertama

إنَّ الحَمدَ للّٰهِ نَحْمَدُهُ ونَسْتَعِينُهُ ونَسْتَهْدِيْهِ ونَشْكُرُهُ ونَعُوذُ باللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا ومِنْ سَيئاتِ أَعْمَالنَا، مَنْ يَهْدِ اللّهُ فَلَا مُضِلَّ لهُ ومَنْ يُضلِلْ فَلَا هَاديَ لَهُ، وأشْهَدُ أنْ لَا إِلَـهَ إلّا اللّه وحْدَهُ لا شَرِيكَ لهُ، جَلَّ رَبّي لَا يُشْبِهُ شَيْئًا ولا يُشْبِهُهُ شَئءٌ، ولا يَحُلُّ في شَيْءٍ ولا يَنْحَلُّ مِنْهُ شَيْءٌ، لَيسَ كَمِثْلِهِ شَيءٌ وَهُوَ السَّميعُ البَصِيرُ. وأَشْهَدُ أنَّ سَيّدَنا مُحَمّدًا عَبْدُهُ ورسولُهُ وصَفِيُّهُ وحَبِيبُهُ، صَلَّى اللّه عليهِ وعَلَى كُلِِّ رَسُولٍ أَرْسَلَهُ.
أمّا بعدُ، فيا عبادَ الله إنّي أُوصِيكُمْ ونَفْسي بِتَقْوى الله العَلِيّ القديرِ القائلِ في مُحْكَمِ كِتابِهِ المعجِزَةِ الكريمِ: {اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ} (سورة الحجر: ٩)

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah

Alhamdulillah hari ini kita masih diberikan nikmat sehat dan umur panjang untuk melaksanakan ibadah salat Jumat. Pada khutbah kali ini khatib akan menyampaikan keajaiban-keajaiban atau mukjizat kitab suci umat Islam, kitab Al-Quran.

Hadirin...

Al-Quran, telah kita ketahui bersama, adalah pedoman umat muslim dan mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW. Hingga hari kiamat, keaslian Al-Quran terjaga. Sejak pertama turun kepada Nabi Muhammad SAW, dan hingga hari ini kita membacanya, tak ada yang berubah sedikitpun. Banyak orang yang mau merusak dan mencoba mengubah beberapa ayat Al-Quran, selalu saja gagal. Hal ini karena Al-Quran dijaga langsung oleh Allah SWT. Dalam Al-Quran Allah SWT berfirman:

﴿ اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ ﴾ [سورة الحجر: ٩]

Artinya: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya" (Surah Al-Hijr: 9)

Kita perlu mengingat, bahwa definisi Al-Quran adalah:

كَلَامُ الله تَعَالَى المُنَزَّلُ عَلَى مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم بِلَفْظِهِ العَرَبِيِّ، المَنْقُولُ بِالتَّوَاتُرِ، المُتَعَبَّدُ بِتِلَاوَتِهِ

Artinya: "Firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, Dengan bahasa Arab, yang dibaca dengan mutawatir dan (bernilai) ibadah dengan membacanya."

Berarti Al-Quran itu adalah kalam Allah SWT. Nabi hanya menerimanya kemudian menyampaikannya kepada umat dengan apa adanya, tanpa mengurangi, menambahi, dan mengeditnya satu huruf pun. Inilah hikmah Nabi Muhammad sebagai seorang yang ummy, yaitu yang tidak bisa membaca dan menulis. Andaikata Nabi bisa membaca dan menulis dan pernah belajar kepada seseorang, tentu orang-orang yang menentang akan mudah menuduh bahwa Al-Quran adalah karya sendiri Nabi Muhammad bukan firman Allah. Maka, umat muslim wajib mengimani kebenaran Al-Quran.

Hadirin...

Al-Quran mencakup segala aspek. Karena Al-Quran telah mendeklarasikan sebagai kitab petunjuk bagi umat mukmin. Maka Al-Quran bukan hanya menyuruh kita untuk mengesakan Allah, beribadah kepadanya, menjelaskan mengenai perintah ibadahnya akan tetapi Al-Quran juga membahas mengenai banyak hal. Ini menunjukan bahwa Al-Quran kitab hidayah bagi umat manusia, yang di setiap apapun ada jawabannya, baik yang secara jelas dalam kandungannya ataupun makna yang tersingkap dari setiap kandungan ayat-ayatnya.

Al-Quran adalah kitab yang benar-benar mukjizat Nabi Muhammad. Ya, Al-Quran mengungkapkan banyak hal, mulai dari hal-hal gaib, kejadian pada masa lampau, kisah-kisah orang terdahulu, bahkan peristiwa yang akan terjadi pada masa yang akan datang, mengenai penciptaan bumi dan langit beserta fenomena alam yang sampai hari ini belum dapat terungkap oleh ilmu pengetahuan, dan masih banyak lagi. Apalagi Al-Quran diungkapkan dengan bahasa yang sangat indah, baik dengan gaya bahasa puitis ataupun prosa liris. Semuanya itu mustahil dapat dilakukan oleh Nabi jika bukan wahyu dari Allah SWT. Dari sini saja kita melihat kebenaran Al-Quran sebagai mukjizat yang membuktikan apriori nubuat dan risalah Nabi Muhammad SAW.

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,

Membaca Al-Quran adalah ibadah. Dan bagi yang membacanya akan mendapatkan pahala yang berlipat. Dalam hadis Rasulullah bersabda:

أفضلُ عبادةِ أمتي قراءةُ القرآنِ

Artinya: "Paling utama ibadah umatku adalah membaca Al-Quran."

Al-Quran

Kumpulan tulisan dengan kata kunci Al-Quran dan cabang ilmunya bisa teman-teman temukan

di sini

Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah. berkata:

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَهُوَ قَائِمٌ فِى الصَّلَاةِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ حَرْفٍ مِائَةَ حَسَنَةٍ وَمَنْ قَرَأَهُ وَهُوَ قَاعِدٌ فِى الصَّلَاةِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ حَرْفٍ خَمْسُوْنَ حَسَنَةً وَمَنْ قَرَأَهُ خَارِجُ الصَّلَاةِ وَهُوَ عَلَى طَهَارَةٍ كَانَ لَهُ بِكُلِّ حَرْفٍ خَمْسُ وَعِشْرُوْنَ حَسَنَةً وَمَنْ قَرَأَهُ وَهُوَ عَلَى غَيْرِ طَهَارَةٍ كَانَ لَهُ بِكُل حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ

Artinya: “Barang siapa membaca Al-Quran di dalam salat dengan berdiri, maka ia akan mendapatkan 100 kebaikan dalam setiap hurufnya. Barang siapa membaca Al-Quran di dalam salat dengan duduk, maka ia akan mendapatkan 50 kebaikan dalam setiap hurufnya. Barang siapa yang membaca Al-Quran di luar salat dalam keadaan suci (berwudu), maka ia akan mendapatkan 25 kebaikan dalam setiap hurufnya. Barang siapa membaca Al-Quran di luar salat dalam keadaan tidak suci, maka ia akan mendapatkan 10 kebaikan dalam setiap hurufnya.”

Berbuah pahala yang besar ini jika kita membaca Al-Quran tadi sesuai dengan ilmu tajwid dan makharijul huruf-nya. Karena, banyak juga orang yang membaca Al-Quran tapi Al-Quran justru malah melaknatnya. Itu karena, salah satunya adalah tidak menggunakan dasar ilmu bacaan Al-Quran yaitu ilmu tajwid dan makharijul huruf. Nabi SAW mengatakan:

رُبَّ قارئِ القُرآن والقُرآن يَلعنهُ

Artinya: "Banyak yang membaca Al-Quran sedangkan Al-Quran melaknatnya."

Maksudnya jangan sampai Al-Quran melaknat kita, dengan sebab membacanya tidak menggunakan ilmu untuk membaca Al-Quran. Maka menjadi suatu kewajiban bagi umat muslim tidak diam dalam kebodohan tersebut. Karena setiap seorang mukmin itu diperintahkan oleh Allah untuk mencari ilmu dan belajar membaca Al-Quran kepada orang yang mahir membaca Al-Quran. Belajar Al-Quran tidak ada kata terlambat. Rasul mengatakan:

خَيرُكم مَن تَعلمَ القرأنَ وعَلّمهُ

Artinya: "Sebaik-baik kalian semua adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya."

Setelah kita benar-benar bisa membacanya, jadikan Al-Quran sebagai wirid untuk dibaca di setiap hari. Membaca dengan mentadaburi kandungan dari setiap ayat yang dibaca. Karena Al-Quran ini akan memberikan pengaruh hebat dan akan menerangi hati kita, sehingga hati kita penuh dengan keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT.

Semoga kita menjadi Ahlul-Quran baik dengan membacanya, mempelajarinya, menghayati isi kandungannya sehingga Al-Quran dapat menjadi penerang di alam kubur nanti, karena sebenar-benarnya teman di akhirat nanti hanyalah amal perbuatan.

بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظٓيم ونَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِالأيَاتِ والذِّكرِ الحَكِيم وتَقَبَّلْ مِنِّي ومِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيم

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للّٰهِ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ لَهُ اَلْوَاقِفِيْنَ عَلَى بَابِهِ حَتَّى يَرْضَى وَيَفْتَحَ عَلَيْنَا فُتُوْحَ الْعَارِفِيْنَ بِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَنَبِيُّهُ وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلْأُمَّةِ وَجاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ حَتَّى أَتَاهُ الْيَقِيْنَ، فَصَلَّى اللّٰهُ عَلَيْكَ وَسَلَّمَ يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ!
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ … اِتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهَوا عَمَّا نهى وَاعْلَمُوْا أنَّ اللّٰهَ أمَرَكُمْ بِأمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى أنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيّ يَا أيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إنْدُوْنِيْسِيَا خَاصَّةً، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
نَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِحُرْمَةِ بَابِكَ كُلِّهِ أَنْ تُنَزِّلَ النَّعِيْمَ وَالْخُلْدَ عَلَى أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ وَضَحَايَا الْإِرْهَابِيِّ فِيْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا وَأَنْ تُنَزِّلَ الْعَافِيَةَ وَالشِّفَاءَ عَلَى الْجَرْحَى وَالْمُصَابِيْنَ وَأَنْ تُنَزِّلَ الْأَمَانَ وَالْعَافِيَةَ عَلَى بِلَادِنَا وَأَوْطَانِنَا كُلِّهَا وَعَلَى بِلَادِ الْعَالَمِيْنَ، وَنَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ لِأَهْلِ أَرْضِ إِنْدُوْنِيْسِيَا عَلَى وَجْهِ الْخُصُوْصِ أَنْ تَحْفِظَهُمْ، اَللَّهُمَّ احْفَظْ إِنْدُوْنِيْسِيَا وَشَعْبَهَا الْعَظِيْمَ وَاحْفَظْ عُقُوْلَهُمْ وَزَكِّ نُفُوْسَهُمْ وَوَسِّعْ أَرْزَاقَهُمْ وَجَمِّلْ أَخْلَاقَهُمْ وَابْسُطْ بَيْنَهُمْ بِسَاطَ الرَّخَاءِ وَالْعَافِيَةِ وَالْوَفْرَةِ وَالسَّعَةِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

💡
Baca juga khutbah lain di rubrik KHUTBAH atau tulisan menarik Irfan Rifqi Fauzi

Latest