Dalam lanskap sejarah Al-Azhar modern, nama Syekh Muhammad Hasan Fayid bersinar sebagai pribadi yang memadukan kedalaman ilmu, ketekunan belajar, dan kematangan kepemimpinan. Dari desa kecil di Provinsi Asy-Syarqiyyah, ia menempuh perjalanan panjang hingga menjadi rektor Universitas Al-Azhar—jabatan tertinggi yang pernah dicapai oleh seorang lulusan Fakultas Syari’ah angkatan pertama. Di balik lembar-lembar catatan akademiknya, tersimpan kisah perjuangan seorang murid kuttab yang menjelma menjadi tokoh sentral dalam transformasi pendidikan tinggi Islam. Biografi ini menelusuri jejak hidup, pemikiran, serta warisan keilmuan Syekh Muhammad Hasan Fayid yang terus menginspirasi hingga hari ini.
Nama dan Lahir
Syekh Muhammad Hasan Fayid lahir pada 20 Rabi’ul Awwal 1329 H (20 Maret 1911 M), di Kampung Bisyah ‘Amir, Markaz Minya Al-Qamh, Provinsi Asy-Syarqiyyah, Mesir. Tahun kelahirannya bertepatan dengan lahirnya sosok besar lainnya, Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi, yang berasal dari kampung Daqadus, Markaz Mit Ghamr, Provinsi Ad-Daqahliyyah, Mesir.
Masa Belajar dan Guru
Syekh Muhammad Hasan Fayid memulai pendidikannya di kuttab di kampung halamannya, sebagaimana lazimnya tradisi belajar para pelajar Mesir pada masa itu. Sistem kuttab terbukti efektif dalam membentuk fondasi keilmuan seorang talib sebelum melanjutkan ke jenjang ma’had. Kini, upaya menghidupkan kembali sistem ini kembali digalakkan oleh Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Mesir di bawah kepemimpinan Syekh Usamah Al-Azhari, demi melahirkan generasi emas ulama masa depan.
Setelah berhasil menghafal Al-Quran di kuttab, Syekh Muhammad Hasan Fayid melanjutkan pendidikannya ke Ma’had Al-Azhar Az-Zaqaziq—lembaga yang mulai beroperasi pada 1923 M dan dikenal sebagai tempat belajar Syekhul-Azhar Abdulhalim Mahmud, yang menjadi talib pertamanya. Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi juga tercatat sebagai salah satu alumnus ma’had ini. Diperkirakan Syekh Hasan Fayid mulai belajar di sana pada tahun 1924 M, hingga meraih Syahadah Ibtidaiyyah dan Tsanawiyyah sebagai bekal menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Setelah menyelesaikan jenjang Tsanawiyyah, Syekh Muhammad Hasan Fayid melanjutkan pendidikannya ke Kairo dan masuk ke jenjang Kulliyyah di Universitas Al-Azhar untuk memperdalam ilmu syari’ah. Ia berhasil meraih Syahadah ‘Alimiyyah atau ‘Aliyyah dari Kulliyyah Syari’ah pada tahun 1937 M sebagai bagian dari angkatan pertama. Berdasarkan tahun kelulusan tersebut, kemungkinan besar ia mulai belajar pada 1933 M. Namun, jika merujuk pada fakta bahwa ia termasuk lulusan angkatan pertama, seharusnya ia mulai pada 1932 M dan lulus pada 1936 M, setelah angkatan Syekh Ahmad Fahmi Abu Sunnah, Syekh Abdulghani Abdulkhaliq, dan Syekh Muhammad Abunnur Zuhair—yang ketiganya langsung masuk ke tahun kedua. Meski demikian, semua sumber yang ditemukan penulis secara konsisten menyebutkan tahun kelulusan beliau adalah 1937 M.
Setelah lulus dari Kulliyyah Syari’ah, Syekh Muhammad Hasan Fayid melanjutkan ke jenjang takhassush maddah—program spesialisasi keilmuan di Al-Azhar. Jika tahun masuknya adalah 1937 M, maka ia seangkatan dengan Syekh Muhammad Mushthafa Syalabi, penulis kitab Ta’lil al-Ahkam. Menurut Jamharah A’lam al-Azhar Asy-Syarif, Syekh Muhammad Hasan Fayid meraih Syahadah ‘Alimiyyah min Darajah Ustadz dalam bidang fikih dan usul fikih pada tahun 1945 M. Namun, sumber lain seperti Al-Majma’iyyun mencatat bahwa syahadah tertinggi itu diperolehnya pada 1946 M.
Selama lebih dari dua dekade menempuh pendidikan di Al-Azhar, Syekh Muhammad Hasan Fayid tentu berguru kepada banyak ulama besar pada masanya. Sayangnya, sebagian besar sumber biografi yang tersedia tidak menyebutkan secara eksplisit nama-nama guru beliau. Namun jika benar ia seangkatan dengan Syekh Muhammad Mushthafa Syalabi, maka besar kemungkinan salah satu gurunya adalah Syekh Isa Mannun—tokoh penting dalam pengajaran fikih dan usul fikih saat itu.
Kiprah dan Jabatan
Setelah meraih gelar Al-Ustadz, Syekh Muhammad Hasan Fayid memulai kiprahnya sebagai pengajar di Kulliyyah Syari’ah. Dengan ketekunan dan dedikasi, karier akademiknya terus menanjak hingga ia dipercaya menjabat sebagai wakil dekan pada tahun 1969 M, mendampingi Syekh Muhammad Abunnur Zuhair. Ketika Syekh Abunnur Zuhair kemudian diangkat sebagai wakil rektor, Syekh Muhammad Hasan Fayid ditunjuk menggantikannya sebagai Dekan Fakultas Asy-Syari’ah Al-Islamiyyah wa Al-Qanun pada 1970 M. Ia tercatat sebagai dekan ke-11 sejak diberlakukannya sistem kulliyyah, sekaligus menjadi sosok kedua yang menduduki jabatan tersebut dengan latar belakang sebagai peraih Syahadah ‘Alimiyyah min Darajah Ustadz, setelah Syekh Abunnur Zuhair.
Pada 21 Juni 1972 M, Syekh Muhammad Hasan Fayid resmi diangkat sebagai wakil rektor Universitas Al-Azhar melalui sebuah qarar resmi. Setahun kemudian, pada 1973 M, ia dipercaya menjabat sebagai Wakilul-Azhar. Puncak pengabdiannya tercapai saat pada 1 Juni 1974 M ia dilantik sebagai Rektor Universitas Al-Azhar. Dengan pengangkatan ini, Syekh Muhammad Hasan Fayid menjadi tokoh pertama yang menjabat rektor dari kalangan lulusan Kulliyyah Asy-Syari’ah Al-Islamiyyah Universitas Al-Azhar modern.
Pada masa kepemimpinan Syekh Muhammad Hasan Fayid sebagai rektor, Universitas Al-Azhar mencatat kemajuan penting dalam infrastruktur pendidikan. Gedung-gedung khusus untuk Fakultas Teknik (Handasah), Sains (‘Ulum), Pertanian (Zira’ah), Pendidikan (Tarbiyyah), dan Ekonomi (Tijarah) resmi dibuka. Sebelumnya, seluruh fakultas tersebut masih menempati satu gedung bersama.
Selain menduduki berbagai jabatan strategis di Universitas Al-Azhar, Syekh Muhammad Hasan Fayid juga aktif dalam berbagai forum keilmuan dan kelembagaan. Ia menjadi anggota Majma’ Al-Buhuts Al-Islamiyyah, Al-Majlis Al-A’la li Al-Azhar, Majlis Ittihad Al-Jami’ah Al-‘Arabiyyah, serta tergabung dalam komite pendirian Universitas Islam Madinah (UIM). Kiprahnya juga tampak dalam partisipasinya di berbagai muktamar dan nadwah internasional di sejumlah negara.
Murid dan Karya
Selama lebih dari dua dekade, Syekh Muhammad Hasan Fayid mengabdikan diri sebagai pengajar di Fakultas Syari’ah Al-Azhar. Dari ruang kuliahnya, lahir banyak murid yang menimba ilmu dari kedalaman pemahaman dan keluasan pandangan beliau. Salah satu talib yang pernah beliau bimbing dalam penulisan risalah adalah Syekh Abdullah bin Abdulmuhsin At-Turki, tokoh asal Arab Saudi yang tercatat sebagai warga Saudi pertama yang meraih gelar doktor dari Universitas Al-Azhar. Di kemudian hari, Syekh At-Turki dikenal sebagai muhakkik andal yang kerap menyunting naskah-naskah langka, dan pernah menjabat sebagai dekan Fakultas Bahasa Arab di salah satu universitas di Arab Saudi.
※ Usul Fikih: Kunci Memahami Hukum Islam
Selain dikenal sebagai pengajar yang mumpuni, Syekh Muhammad Hasan Fayid juga meninggalkan sejumlah karya ilmiah, khususnya dalam bidang usul fikih. Beberapa karyanya antara lain: Bahtsun fi At-Ta’arudh wa At-Tarjih, Al-Ijma’, Al-Hukmu wa Aqsamuhu, Al-Mahkum Fih wa ‘Alaih, Muhadharah fī Al-Ijma’, serta Mudzakkirah fī Ushul Al-Fiqh—yang ditulis bersama Syekh Zakiyuddin Sya’ban dan Syekh Muhammad Anis ‘Ubadah. Bersama Syekh Anis ‘Ubadah, beliau juga menulis kitab Ushul Al-Fiqh li Al-Hanafiyyah.
Di luar bidang usul fikih, beliau menulis Al-Ahliyah wa ‘Awaridhuha dan Bahtsun fi Huruf Al-Ma’ani. Meskipun tidak membahas usul fikih secara langsung, kedua karya ini tetap terkait erat dengan pembahasan pokok dalam disiplin tersebut.
Akhir Hayat
Setelah mengabdikan hidupnya untuk Al-Azhar dan Islam, Syekh Muhammad Hasan Fayid wafat pada 12 Dzulqa’dah 1401 H (10 September 1981 M). Jenazah beliau disalatkan dan dimakamkan di kampung halamannya, Bisyah ‘Amir, Markaz Minya Al-Qamh, Provinsi Asy-Syarqiyyah. Sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya, pada peringatan milenium Al-Azhar tahun 1982 M, nama beliau dinobatkan sebagai salah satu penerima Lencana Sains dan Teknik Tingkat Satu dari Mesir. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan keberkahan atas dirinya. Amin.
