Khutbah Pertama
Hadirin Ma’asyiral Muslimin hafizhakumullah,
Mari kita perkuat keimanan dan tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan senantiasa merasa diawasi oleh-Nya dalam setiap langkah hidup kita.
Sesungguhnya, perjalanan sejati manusia adalah menuju akhirat—tempat yang abadi dan kekal selamanya. Artinya, akan ada kehidupan lain setelah kita menyelesaikan perjalanan di dunia yang fana ini. Oleh karena itu, selama hidup di dunia, selain memperkuat keimanan, kita juga wajib menjalani segala aktivitas sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya ﷺ.
Selain menetapkan aturan, Allah juga memerintahkan agar orang-orang yang beriman senantiasa mengerjakan amal saleh. Kepada mereka, Allah menjanjikan kehidupan yang baik di dunia dan pahala besar di akhirat. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran:
Artinya:
“Siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia seorang mukmin, sungguh, Kami pasti akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang selalu mereka kerjakan.” (Surah An-Nahl: 97)
Ayat ini menegaskan bahwa untuk memperoleh kehidupan yang baik di dunia dan pahala agung di akhirat, seseorang harus beriman dan beramal kebajikan.
Hadirin Sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Amal saleh adalah istilah yang mencakup seluruh perbuatan baik dan tidak terbatas pada ibadah ritual semata. Setiap amal yang diniatkan untuk meraih rida Allah dan dilakukan sesuai dengan tuntunan-Nya, termasuk dalam kategori amal saleh.
Dengan kata lain, amal saleh mencakup setiap perbuatan yang membawa manfaat sosial, mendatangkan kebaikan, dan memberi kebermanfaatan bagi sesama. Misalnya, seseorang berdagang dengan niat menafkahi keluarga dan memenuhi kebutuhan masyarakat luas, dijalankan dengan akhlak mulia, tidak curang dalam timbangan, dan tidak menaikkan harga secara zalim—semuanya termasuk amal saleh yang berpahala besar.
Amal saleh tidak boleh dipahami secara sempit, seolah hanya mencakup salat, puasa, dan zikir. Ada kekeliruan dalam pemahaman yang memisahkan antara ibadah dan akhlak. Misalnya, seseorang rajin salat, tetapi selepas keluar dari masjid, ia suka mencela orang lain—ini tentu bukan cerminan amal saleh.
Munakahat
Kumpulan tulisan dengan topik pernikahan dan keluarga islami dapat teman-teman temukan
di siniPadahal, ajaran Allah itu menyatu dan menyeluruh. Ketika seseorang memperlakukan keluarganya dengan baik—bercanda lembut bersama istri dan anak-anak dengan penuh kasih—itu pun adalah bentuk ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, amal saleh harus selalu dibarengi niat yang ikhlas dan dilakukan berdasarkan tuntunan Allah yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ.
Semoga setiap amal yang kita lakukan tergolong sebagai amal saleh, dan semoga kita terus istiqamah dalam keimanan hingga akhir hayat. Amin.
Khutbah Kedua
