Skip to content

Khutbah Jumat Hubungan Iman dan Amal dalam Kehidupan Manusia

Bagaimana hubungan antara iman dan amal memengaruhi hidup kita? Teks khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan pentingnya menjaga iman dan amal.

FOTO Yeni Cami Mosque, Istanbul. (Unsplash/Stepan Konev)
FOTO Yeni Cami Mosque, Istanbul. (Unsplash/Stepan Konev) 

Khutbah Pertama

الحمد لله مُنوِّرِ قلوبِ المؤمنين بأنوارِ الإيمان واليقينِ والمعرفةِ الخاصَّة والمحبَّة الخالصة، وأشهدُ أن لَّا إله إلا الله وحدَه لا شريكَ له وليُّ المتقين، يجمعُ الخلائقَ للحُكمِ بينهم، وهو الذي لا مُعَقِّبَ لحُكمِه في يومِ الدين، وفائزٌ برحمته ورضاه يُخَلَّدُ في جنَّاتِ النَّعيم، وواقِعٌ في سُخطِه وغَضَبِه بكُفر وفسقٍ وعِصيان فمآواه الجحيم، وأشهدُ أن سيِّدَنا ونبيَّنا وقرةَ أعيُننا ونُورَ قلوبنا محمداً عبدُه ورسولُه، إمامُ المتقين وسيِّدُ المرسلين، وخاتمُ النبيين، المجتبى المصطفى الأمين. اللهم صلِّ وسلِّم وبارك وكرِّم على عبدك الهادي إليك والدالِّ عليك أكرمِ الخلقِ عليك عبدِك المصطفى سيدِنا محمد، وعلى آلِه الأطهار وأصحابِه الأخيار، ومَن وَالَاهُم فيك وعلى منهاجِهِم سَار، وعلى آبائه وإخوانه مِن الأنبياء والمرسلين معادنِ الأنوار، وعلى آلهم وصحبِهم وتابعيهم والملائكةِ المقرَّبين وجميعِ عبادِ الله الصالحين، وعلينا معهم وفيهم برحمتك يا أرحم الراحمين.
أمَّا بعد.. عبادَ الله: فإني أوصيكم وإيايَ بتقوى الله.. تقوى اللهِ التي لا يَقبلُ غيرَها، ولا يَرحمُ إلا أهلَها، ولا يُثِيبُ إلا عليها. وإنَّ الواعظين بها كثير وإنَّ العاملين بها قليل ﴿وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ﴾.

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah...

Alhamdulillah, puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat iradat dan inayah-Nya kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini untuk melaksanakan rutinitas salat Jumat.

Hadirin...

Orang yang beriman akan menyadari kuatnya hubungan antara iman dan amal, kuat atau lemahnya iman akan mempengaruhi perbuatan manusia, baik dari apa yang terucap dari bibirnya maupun tindakan seluruh anggota tubuh lainnya, sangat berkaitan dengan keimanan. Oleh karena itu, orang yang melakukan dosa-dosa maka sebenarnya dia sedang lemah imannya dalam keadaan itu, makanya penting sekali mengolah amal pada kebaikan karena keimanan akan bertambah dengannya.

Dengan demikian, risalah datang kepada kita menjelaskan bahwa keimanan tidak dapat diwujudkan kecuali melalui amal saleh dan sifat-sifat yang terpuji. Sabda Nabi Muhammad SAW:

أكملُ المؤمنين إيمانا أحسنُهم خُلُقا

Artinya: "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya."

Dalam hadits lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:

لا يؤمن أحدُكم حتى يكونَ هواه تَبَعَاً لما جئتُ به

Artinya: "Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai syahwatnya mengikuti apa yang aku bawa."

Berdasarkan hadits-hadits di atas dapat disimpulkan bahwa seseorang akan mendapatkan kesempurnaan iman dengan menjaga akhlaknya dan syahwatnya kepada hal-hal yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Hadirin rahimakumullah...

Secara hakikat, siapa orang yang bisa dikatakan sukses itu? Al-Quran menjawab, yaitu orang-orang yang menaati, serta bertakwa kepada Allah dan Rasul-Nya, maka mereka itulah orang-orang yang berhasil. Berhasil melawan hawa nafsunya, berhasil menggiring tubuhnya pada hal-hal yang diridai oleh Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah SWT:

﴿ قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ ﴾ [سورة المؤمنون: ١]

Artinya: "Sungguh, beruntunglah orang-orang yang beriman." (Surah Al-Mu'minūn: 1)

﴿ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ ﴾ [سورة المؤمنون: ٢]

Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya," (Surah Al-Mu'minūn: 2)

﴿ وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ ﴾ [سورة المؤمنون: ٣]

Artinya: "Dan orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna," (Surah Al-Mu'minūn: 3)

Di sinilah keberhasilan dan kemenangan yang sesungguhnya. Maka hadirin, mari sadarilah keimanan kita, karena tujuan kehadiran kita pada salat Jumat ini adalah untuk menambah keimanan, dan sebagai bukti perwujudan keimanan kita kepada Allah SWT.

Palestina

Kumpulan tulisan yang mengangkat isu dan perjuangan Palestina dapat kalian temukan

di sini

Hal yang paling berharga dalam hidup kita adalah jika kita memiliki iman. Seandainya jika hal itu dihilangkan dari hatimu, lalu kamu mati, maka apa pun yang kamu peroleh di dunia ini tidak akan memberi manfaat bagimu, kamu akan kekal di neraka. Karena keimanan ini ibarat kunci yang membukakan jalan kemudahan dalam kehidupan, sehingga membuat pemiliknya tidak kehilangan arah, selalu merasa ada yang menuntun, dan selalu merasa ada solusi dari problematika kehidupan yang menghampiri. Maka jagalah keimanan ini dengan baik ke dalam amal saleh.

Hadirin rahimakumullah...

Salah satu ciri keimanan pada diri seseorang adalah dapat dilihat dari apa yang keluar dari mulutnya, yang dimaksud adalah ucapannya. Apakah dia bisa/tidak menjaga perkataannya dari kebohongan, menyakiti orang lain, atau membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Rasulallah SAW bersabda:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Artinya: "Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya."

Hadits di atas menjelaskan bahwa ciri seorang muslim yang baik adalah yang baik terhadap muslim yang lain. Sehingga tidak ada orang yang terluka hatinya karena ucapannya, dan tidak ada yang terluka jasmaninya karena ulah tangannya. Dalam arti lain, dia selalu menjaga hubungannya dengan orang lain. Allah SWT mencintai orang-orang yang menjaga kehormatan dan integritasnya melalui perkataan yang baik.

Nabi Muhammad SAW ditanya oleh seorang sahabat mengenai apakah seorang muslim itu boleh berbohong atau tidak, dengan tegas Nabi SAW menjawab:

لا! لا يكذب المؤمن.

"Tidak, orang mukmin tidak berdusta."

Maka, orang yang setiap harinya menebar kebohongan kemudian menganggap bahwa dirinya masih termasuk orang-orang yang beriman, oh sungguh dia telah membodohi dirinya sendiri. Karena itu tidak sesuai dengan ungkapan Nabi Muhammad SAW di atas bahwa orang yang beriman tidak berdusta.

Dalam hadits lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:

إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ

Artinya: "Hanya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan, mereka yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan merekalah yang termasuk para pembohong."

Orang-orang mukmin hanyalah mereka yang jika disebut asma Allah, hatinya merasa takut (akan siksanya), dan ketika ayat-ayat-Nya dibacakan kepada mereka, maka hal itu menambah keimanan mereka.

Hadirin rahimakumullah...

Islam menganjurkan umatnya untuk bekerja, beramal, berkarir dalam hal dunia, asalkan tetap berpegang pada syariat agama. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

﴿ وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ ﴾ [سورة التوبة: ١٠٥]

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bekerjalah! Maka, Allah, rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu. Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Lalu, Dia akan memberitakan kepada kamu apa yang selama ini kamu kerjakan." (Surah At-Taubah: 105)

Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman dan beruntung di dunia dan akhirat. Aamiiin Yaa Rabbal Alamiiin.

بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْانِ العَظٓيم ونَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِالأيَاتِ والذِّكرِ الحَكِيم وتَقَبَّلْ مِنِّي ومِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيم

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للّٰهِ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ لَهُ اَلْوَاقِفِيْنَ عَلَى بَابِهِ حَتَّى يَرْضَى وَيَفْتَحَ عَلَيْنَا فُتُوْحَ الْعَارِفِيْنَ بِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَنَبِيُّهُ وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلْأُمَّةِ وَجاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ حَتَّى أَتَاهُ الْيَقِيْنَ، فَصَلَّى اللّٰهُ عَلَيْكَ وَسَلَّمَ يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ!
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ … اِتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهَوا عَمَّا نهى وَاعْلَمُوْا أنَّ اللّٰهَ أمَرَكُمْ بِأمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى أنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيّ يَا أيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إنْدُوْنِيْسِيَا خَاصَّةً، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
نَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِحُرْمَةِ بَابِكَ كُلِّهِ أَنْ تُنَزِّلَ النَّعِيْمَ وَالْخُلْدَ عَلَى أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ وَضَحَايَا الْإِرْهَابِيِّ فِيْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا وَأَنْ تُنَزِّلَ الْعَافِيَةَ وَالشِّفَاءَ عَلَى الْجُرْحَى وَالْمُصَابِيْنَ وَأَنْ تُنَزِّلَ الْأَمَانَ وَالْعَافِيَةَ عَلَى بِلَادِنَا وَأَوْطَانِنَا كُلِّهَا وَعَلَى بِلَادِ الْعَالَمِيْنَ، وَنَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ لِأَهْلِ أَرْضِ إِنْدُوْنِيْسِيَا عَلَى وَجْهِ الْخُصُوْصِ أَنْ تَحْفِظَهُمْ، اَللَّهُمَّ احْفَظْ إِنْدُوْنِيْسِيَا وَشَعْبَهَا الْعَظِيْمَ وَاحْفَظْ عُقُوْلَهُمْ وَزَكِّ نُفُوْسَهُمْ وَوَسِّعْ أَرْزَاقَهُمْ وَجَمِّلْ أَخْلَاقَهُمْ وَابْسُطْ بَيْنَهُمْ بِسَاطَ الرَّخَاءِ وَالْعَافِيَةِ وَالْوَفْرَةِ وَالسَّعَةِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

💡
Baca juga khutbah lain di rubrik KHUTBAH atau tulisan menarik Irfan Rifqi Fauzi

Latest