Khutbah Pertama
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT selawat dan salam kepada Baginda Nabi dan keluarganya. Mari kita sama-sama memuhasabah diri selaku hamba yang tak luput dari dosa dan kita harus sadar bahwa kita tak lepas dari pantauan Allah SWT. Tak ada cara lain, selain kita selalu memperbarui taubat kita dan selalu bertakwa kepada Allah SWT. Maka mari sama-sama kita perbarui ketakwaan kita kepada Allah SWT.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Prinsip kesetaraan manusia dalam syariat Islam adalah salah satu prinsip Al-Quran yang paling penting dalam ranah hubungan manusia dengan sesama manusia yang lainnya. Prinsip yang mampu menyatukan manusia untuk bisa hidup berdampingan dengan damai. Kenapa? Karena prinsip ini menyadarkan manusia menyadari dirinya dan keberadaan orang lain di dunia ini agar manusia saling mengenal satu sama lain. Prinsip kesetaraan ini juga menyadarkan bahwa asal usul manusia setara dalam bentuk permulaannya. Semua manusia berasal dari tanah dan keturunan Adam.
※ Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Islam
Dalam Al-Quran Allah berfirman:
Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Hadirin...
Kalau kita memperhatikan ayat ini maka tidak akan ada faktor-faktor pemisah di antara manusia. Kita perhatikan, dalam ayat ini warna kulit, bangsa, bahasa, pilihan masyarakat, keyakinan, laki atau perempuan, rasisme tidak ada tempat dalam pandangan Al-Quran. Semua manusia dipandang sama oleh Al-Quran.
Rasulullah
Kumpulan tulisan dengan spirit kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat teman-teman temukan
di siniUmat yang beragama Islam harus menangkap dan memegang prinsip kesetaraan yang diajarkan Al-Quran dan dibawa oleh Sang Nabi Islam ini dalam berinteraksi dengan para pengikut agama dan kepercayaan yang berbeda dengan kita. Seorang muslim yang memegang prinsip luhur ini maka tidak akan menghina, melewati batas dan tidak akan menzalimi agama dan menghina keyakinan orang-orang yang berbeda dengan kita. Umat muslim sadar bahwa mereka sama-sama manusia yang bebas menentukan agamanya, manusia yang berhak merdeka dan harus kita muliakan.
Nabi pernah mengatakan:
“Ingatlah, siapa yang mendzalimi seorang mu’ahad, merendahkannya, atau membebaninya di atas kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridhaan dirinya, maka saya adalah lawan bertikainya pada hari kiamat.”
Dengan demikian, ajaran agama Islam menolak segala hal yang berlawanan dengan akhlak-akhlak yang menafikan nilai-nilai kesetaraan. Agama Islam justru menyuruh agar pemeluknya saling bekerja dan berinteraksi dan menerima kehidupan yang umum bersama-sama, sehingga yang berpegang pada prinsip kesetaraan akan mempunyai rasa cinta persaudaran manusia. Dalam bernegara, kita yang hidup di negara Indonesia ini, maka ia akan memahami bahwa negara yang ia tinggali untuk seluruh rakyat Indonesia yang harus dijaga dan diisi oleh seluruh rakyat kita. Bukan milik suku tertentu, adat tradisi tertentu. Negara ini milik segenap warga negara Indonesia.
Bahkan sejarah mencatat bahwa kita bisa hidup berdampingan dengan orang-orang yang berbeda keyakinan dengan kita ini, wahai kaum muslimin! Karena kita memegang prinsip kesetaraan yang diajarkan Al-Quran. Islam menekankan pemeluknya untuk saling cinta dalam berinteraksi, bersosial dengan sesama manusia walau beda keyakinannya. Berbeda tetapi kita bekerja sama. Tentu, bekerja sama dengan apa yang kita sepakati bersama dalam membangun negeri ini dan tinggalkan dan tak usah membahas hal-hal perbedaan kita di dalamnya.
Hadirin...
Kesetaraan ini perlu digaungkan kembali di masa kini, agar tidak ada orang-orang, kelompok, negara yang merasa congkak, takabur, dan merasa diri lebih mulia dibanding dengan yang lainnya.
Lihatlah, ma’asyiral muslimin... Betapa Nabi Muhammad pada khutbah Haji Wada’ menyeru agar seluruh manusia mendengar bahwa agama Islam adalah agama yang mengajak pada kesetaraan.
Artinya: "Wahai umat manusia, ketahuilah sesungguhnya Tuhanmu satu (esa). Nenek moyangmu satu. Ketahuilah, tidak ada kelebihan bangsa Arab terhadap bangsa selain Arab dan tidak ada kelebihan bangsa lain terhadap bangsa Arab. Tidak ada kelebihan orang yang berkulit putih terhadap yang berkulit hitam, tidak ada kelebihan yang berkulit hitam dengan yang berkulit putih kecuali dengan taqwa."
Semoga kita terus berusaha menjadi manusia yang bermanfaat dan kita berusaha memegang prinsip persamaan yang diajarkan syariat Islam ini.