Skip to content

Khutbah Jumat Kunci Rumah Tangga Harmonis

Islam memandang kehidupan berumah tangga sebagai sesuatu yang dapat bernilai ibadah. Teks khutbah Jumat ini membagi tips keluarga yang harmonis.

FOTO Diyanet Center of America, USA (Unsplash/Intricate Explorer)
FOTO Diyanet Center of America, USA (Unsplash/Intricate Explorer)

Khutbah Pertama

إنَّ الحَمدَ للّٰهِ نَحْمَدُهُ ونَسْتَعِينُهُ ونَسْتَهْدِيْهِ ونَشْكُرُهُ ونَعُوذُ باللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا ومِنْ سَيٌِئاتِ أَعْمَالٍنَا، مَنْ يَهْدِ اللّهُ فَلَا مُضِلَّ لهُ ومَنْ يُضلِلْ فَلَا هَادٍيَ لَهُ، وأشْهَدُ أنْ لَا إِلَـهَ إلّا اللّه وحْدَهُ لا شَرِيكَ لهُ، جَلَّ رَبّي لَا يُشْبِهُ شَيْئًا ولا يُشْبِهُهُ شَئءٌ، ولا يَحُلُّ في شَيْءٍ ولا يَنْحَلُّ مِنْهُ شَيْءٌ، لَيسَ كَمِثْلِهِ شَيءٌ وَهُوَ السَّميعُ البَصِيرُ. وأَشْهَدُ أنَّ سَيّدَنا مُحَمّدًا عَبْدُهُ ورسولُهُ وصَفِيُّهُ وحَبِيبُهُ، صَلَّى اللّه عليهِ وعَلَى كُلِِّ رَسُولٍ أَرْسَلَهُ.
أمّا بعدُ عبادَ الله فإنّي أُوصِيكُمْ ونَفْسي بِتَقْوى الله العَلِيّ القديرِ القائلِ في مُحْكَمِ كِتابِهِ المعجِزَةِ الكريمِ: {يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ}(سورة التحريم :٦)

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah...

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang dengan nikmat-Nya, iradah dan inayah-Nya kita dapat berkumpul di sini untuk melaksanakan salat Jumat dalam keadaan sehat wal 'afiat.

Hadirin...

Salah satu kesunnahan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah membina rumah tangga melalui pernikahan yang sah menurut syariat. Karena di dalamnya terdapat banyak sekali keutamaan. Nabi SAW bersabda:

النٌّكَاحُ سُنَّتِي فَمَن رَغِبَ عَن سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

Artinya: "Menikah adalah (bagian dari) sunnahku, barang siapa yang tidak senang dengan sunnahku maka dia bukan (termasuk) golonganku."

Islam adalah agama sempurna yang memandang kehidupan rumah tangga sebagai sesuatu yang dapat bernilai ibadah asalkan tidak melenceng dari ketentuan-ketentuan Islam. Sehingga Islam harus mengambil peran untuk memberikan solusi atas fenomena-fenomena negatif rumah tangga yang terjadi saat ini agar tidak merusak tujuan pembangunan rumah tangga menurut Islam yakni sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Membina keharmonisan dalam rumah tangga sudah Nabi contohkan dalam keluarganya, seperti bagaimana cara bergaul dan memuliakan istri, mengasuh dan mendidik anak, mencari nafkah untuk keluarga, dan lain-lain. Sungguh tidak ada yang lebih pantas untuk dijadikan teladan dalam segala hal kecuali Nabi Muhammad SAW.

Hadirin Rahimakumullah...

Syarat terbentuknya hubungan kekeluargaan adalah dengan adanya ikatan pernikahan. Islam sangat menganjurkan pernikahan, karena pernikahan akan menghadirkan rasa ketenangan hati, cinta, dan kasih sayang. Apabila seorang laki-laki dan perempuan melakukan pernikahan, maka keduanya telah terikat oleh hak dan kewajibannya sebagai seorang suami atau istri. Kedua hal tersebut harus dipenuhi dengan kesadaran dan tanggung jawab yang utuh agar mendatangkan keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga.

Dalam hal ini, Syekh Ahmad Umar Hasyim menjelaskan bahwa rasa cinta dan kasih sayang di dalam rumah tangga harus dipupuk dengan pemenuhan hak dan kewajiban. Seorang suami memiliki kewajiban untuk mencari dan memberikan nafkah kepada keluarganya, baik nafkah yang bersifat materi maupun non materi. Harga diri seorang laki-laki terletak pada tanggung jawabnya. Sehingga kondisi rumah tangga tergantung pada bagaimana kepemimpinan suami di dalamnya. Laki-laki adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Sabda Nabi Muhammad SAW:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ (رواه البخاري)

Artinya: "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpin." (HR. Al-Bukhari)

Selain kewajiban, seorang suami juga memiliki hak dalam keluarganya yaitu mendapatkan kepatuhan dari istri dan anak-anaknya. Apabila kamu sekalian mendapati istri dan anakmu tidak demikian, maka didiklah mereka dengan kasih sayang karena pendidikan akan menambah pengetahuan dan kesadaran seseorang. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ﴾ [سورة التحريم: 6]

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (Surah At-Taḥrīm: 6)

Maka jangan sampai kita hanya terpaku pada pemenuhan kebutuhan material saja, tapi perhatikan apakah istri dan anak-anak kita salat, bisa membaca Al-Quran, terhindar kelok kelok dari perbuatan maksiat, dan kebaikan lainnya.

Hadirin Rahimakumullah...

Pada zaman jahiliyah, perempuan tidak memiliki bagian atas mahar yang diterimanya, semua itu dirampas dan digunakan semau hati oleh walinya. Tetapi setelah Islam datang melalui pengutusan Nabi Muhammad SAW, perempuan memiliki peranan dan kedudukan yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat. Islam memberikan pemenuhan berbagai hak bagi perempuan seperti hak untuk hidup, warisan, mahar, nafkah, jual beli, kepemilikan barang atau tanah, hak kerja dengan syarat tetap menjaga kemuliannya. Selain itu, Islam juga memberikan hak-hak pokok lainnya seperti hak untuk mendapatkan pendidikan.

Perempuan

Kumpulan postingan tulisan yang mengangkat isu perempuan dalam pandangan Islam

di sini

Syekh Ahmad Umar Hasyim juga menjelaskan, pada masa sebelum Islam datang perempuan tidak mendapatkan pemenuhan hak dalam kasus cerai. Perempuan hanya dianggap sebagai seseorang yang mengurus rumah dan melahirkan anak. Bahkan di daerah-daerah tertentu, perempuan dipandang sebatas pelayan untuk memenuhi hawa nafsu semata. Lebih mirisnya lagi, perempuan seolah seperti barang yang bisa diperjual-belikan dan diperlakukan semena-mena oleh pemiliknya. Bahkan beberapa kabilah Arab menjadikan kelahiran wanita sebagai suatu aib dan dapat mengundang petaka.

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban dalam rumah tangga untuk saling menjaga harkat martabat, bergaul dengan baik, dan saling melengkapi dengan pasangannya.

Hadirin Rahimakumullah...

Intinya, salah satu kunci rumah tangga yang harmonis adalah dengan pemenuhan hak dan kewajiban dari setiap anggota keluarga, memiliki kesadaran yang tinggi dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan yang telah disepakati. Semoga kita dapat menjadi imam yang membawa keluarga kita ke surga.

بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْانِ العَظٓيم ونَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِالأيَاتِ والذِّكرِ الحَكِيم وتَقَبَّلْ مِنِّي ومِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيم

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للّٰهِ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ لَهُ اَلْوَاقِفِيْنَ عَلَى بَابِهِ حَتَّى يَرْضَى وَيَفْتَحَ عَلَيْنَا فُتُوْحَ الْعَارِفِيْنَ بِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَنَبِيُّهُ وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلْأُمَّةِ وَجاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ حَتَّى أَتَاهُ الْيَقِيْنَ، فَصَلَّى اللّٰهُ عَلَيْكَ وَسَلَّمَ يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ!
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ … اِتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهَوا عَمَّا نهى وَاعْلَمُوْا أنَّ اللّٰهَ أمَرَكُمْ بِأمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى أنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيّ يَا أيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إنْدُوْنِيْسِيَا خَاصَّةً، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
نَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِحُرْمَةِ بَابِكَ كُلِّهِ أَنْ تُنَزِّلَ النَّعِيْمَ وَالْخُلْدَ عَلَى أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ وَضَحَايَا الْإِرْهَابِيِّ فِيْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا وَأَنْ تُنَزِّلَ الْعَافِيَةَ وَالشِّفَاءَ عَلَى الْجُرْحَى وَالْمُصَابِيْنَ وَأَنْ تُنَزِّلَ الْأَمَانَ وَالْعَافِيَةَ عَلَى بِلَادِنَا وَأَوْطَانِنَا كُلِّهَا وَعَلَى بِلَادِ الْعَالَمِيْنَ، وَنَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ لِأَهْلِ أَرْضِ إِنْدُوْنِيْسِيَا عَلَى وَجْهِ الْخُصُوْصِ أَنْ تَحْفِظَهُمْ، اَللَّهُمَّ احْفَظْ إِنْدُوْنِيْسِيَا وَشَعْبَهَا الْعَظِيْمَ وَاحْفَظْ عُقُوْلَهُمْ وَزَكِّ نُفُوْسَهُمْ وَوَسِّعْ أَرْزَاقَهُمْ وَجَمِّلْ أَخْلَاقَهُمْ وَابْسُطْ بَيْنَهُمْ بِسَاطَ الرَّخَاءِ وَالْعَافِيَةِ وَالْوَفْرَةِ وَالسَّعَةِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

💡
Baca juga khutbah lain di rubrik KHUTBAH atau tulisan menarik Irfan Rifqi Fauzi

Latest