Khutbah Pertama
Hadirin yang dirahmati Allah...
Agama Islam adalah agama yang paripurna. Agama yang mengajarkan nilai-nilai luhur nan mulia. Karena ajaran dan nilai mulia inilah, Islam bisa menyebar ke berbagai pelosok bumi dan diterima oleh kalangan umat manusia. Ya, karena Islam mempunyai dasar-dasar peradaban yang luhur nan membumi. Dalam kesempatan ini, izinkan saya menjelaskan sisi peradaban Islam tersebut.
Hadirin, selain keimanan terhadap adanya Allah yang mengatur alam semesta dan meyakini Nabi Muhammad sebagai utusan Allah yang menyampaikan ajaran mulia ini, ada sisi lain dalam Islam sehingga bisa diterima oleh khalayak manusia, yaitu karena ajaran dan nilai-nilai Islam bersifat universal dalam memandang manusia. Selain ajaran akidah dan syariah, berikut pokok-pokok ajaran dan nilai Islam dalam membentuk peradaban:
Pertama: egaliter antar manusia
Manusia dalam pandangan Islam adalah sama. Manusia sama-sama tercipta dari tanah dan berasal dari bapak dan ibu yang sama yaitu adam dan hawa. Artinya, Islam tidak membeda-bedakan antar suku, budaya, warna kulit, Arab atau non Arab. Kesetaraan yang sempurna di mata Islam. Yang membedakan satu sama lain adalah ketakwaan. Hadirin, sedangkan ketakwaan seseorang tidak ada yang tahu kecuali Allah SWT, maka Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kesetaraan (egaliter) antar umat manusia. Allah berfirman dalam Al-Quran:
Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu." [Surah Al-Hujurat: 13]
※ Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Islam
Kedua: keadilan yang absolut
Islam datang dengan membawa nilai keadilan. Syekhul-Azhar Syekh Ahmad Ath-Thayyib mengatakan bahwa keadilan, secara sangat singkat, adalah posisi tengah antara sikap berlebihan dan lalai. Keadilan menuntut perlakuan yang sama, egaliter antara sesama dihadapan hukum.
Sikap adil adalah perintah Allah dalam Al-Quran.
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." [Surah An-Nahl: 90]
Allah menyuruh umat muslim untuk berbuat adil di antara umat manusia, walau itu kepada kerabat dekatmu.
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapa dan kaum kerabatmu." [Surah An-Nisa: 135]
Rasulullah mengajarkan kepada kita bahwa nilai keadilan itu harus benar-benar ditegakkan. Beliau mengatakan "Jika sesungguhnya Fatimah binti Muhammad menyolong (hak orang lain), maka akulah yang memotong tangannya".
Rasulullah
Kumpulan tulisan dengan spirit kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat teman-teman temukan
di siniKetiga: kebebasan
Islam agama yang memberi ruang kebebasan kepada seluruh umat manusia. Manusia dalam pandangan Islam mempunyai hak kebebasan dalam berkeyakinan, kebebasan berpikir, dan kebebasan berpendapat. Manusia tidak dipaksa untuk memilih keyakinannya. Bahkan Islam menolak seseorang masuk agama Islam dengan sebab paksaan orang lain. Islam pun tidak memaksa manusia untuk masuk ke agama Islam.
Artinya: "Tidak ada paksaan dalam agama, sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat." [Surah Al-Baqarah: 256]
Begitu juga Islam memberi kebebasan dalam berpikir. Manusia diberi akal agar manusia mau menggunakan akalnya untuk mencari kebenaran. Maka, Islam memberikan kebebasan manusia dalam berpikir.
Sehingga dalam Al-Quran banyak ayat menerangkan pembentukan dan penciptaan alam semesta ini dan penciptaan manusia, agar manusia mau mengunakan akal sehatnya untuk berpikir. Juga agar mereka mengenal siapa sebenarnya pencipta alam semesta ini.
Islam juga agama yang memberi kebebasan berpendapat. Islam menyuruh mengatakan kebenaran bahkan disaat orang-orang bungkam.
Keempat: persaudaraan
Islam juga menjunjung tinggi persaudaraan, baik persaudaran dalam kemanusiaan, persaudaraan dalam Islam, dan persaudaraan setanah air. Islam menjaga persaudaran tersebut atas dasar tolong menolong pada kebajikan.
Artinya: "Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan." [Surah Al-Ma'idah: 2]
Kelima: akhlakul karimah
Akhlak dalam pandangan Islam adalah nilai pokok dalam kehidupan. Akhlak mulia adalah salah satu nilai yang bisa diterima oleh umat manusia.
Ahmad Syauqi, penyair kebanggaan Mesir mendendangkan syairnya:
Artinya: "Sesungguhnya kejayaan suatu umat (bangsa) terletak pada akhlaknya, selagi mereka berakhlak dan berbudi pekerti. Jika pada mereka telah hilang akhlaknya, maka jatuhlah umat (bangsa) itu."
※ Etika Lingkungan dalam Islam
Hadirin Salat Jumat Rahimakumullah...
Tujuan dari berakhlak adalah saling cinta saling mengenal satu sama lain dan saling menghormati dan mendekat kepada Allah dengan menjadikan ketakwaan dan amal salih sebagai dasarnya. Maka, penting sekali umat muslim mencontoh akhlak yang telah diajarkan Rasulullah kepada umatnya, jadikan beliau sebagai panutan hidup di dunia ini.
Inilah nilai-nilai dan ajaran peradaban Islam yang diterima oleh umat manusia. Semoga kita menjadi muslim yang bisa menanamkan nilai-nilai Islam di dalam kehidupan kita. Amin..