Skip to content

Khutbah Jumat Rumah Tangga Islami dan Larangan KDRT

Dalam syariat Islam, rumah tangga adalah sebuah ikatan suci. Teks khutbah Jumat ini mengingatkan kita tentang keteladanan Rasul dalam berkeluarga.

FOTO Sebuah masjid di Indonesia (Unsplash/Tandya Rachmat)
FOTO Sebuah masjid di Indonesia (Unsplash/Tandya Rachmat)

Khutbah Pertama

إنَّ الحَمدَ للّٰهِ نَحْمَدُهُ ونَسْتَعِينُهُ ونَسْتَهْدِيْهِ ونَشْكُرُهُ ونَعُوذُ باللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا ومِنْ سَيٌِئاتِ أَعْمَالٍنَا، مَنْ يَهْدِ اللّهُ فَلَا مُضِلَّ لهُ ومَنْ يُضلِلْ فَلَا هَادٍيَ لَهُ، وأشْهَدُ أنْ لَا إِلَـهَ إلّا اللّه وحْدَهُ لا شَرِيكَ لهُ، جَلَّ رَبّي لَا يُشْبِهُ شَيْئًا ولا يُشْبِهُهُ شَئءٌ، ولا يَحُلُّ في شَيْءٍ ولا يَنْحَلُّ مِنْهُ شَيْءٌ، لَيسَ كَمِثْلِهِ شَيءٌ وَهُوَ السَّميعُ البَصِيرُ. وأَشْهَدُ أنَّ سَيّدَنا مُحَمّدًا عَبْدُهُ ورسولُهُ وصَفِيُّهُ وحَبِيبُهُ، صَلَّى اللّه عليهِ وعَلَى كُلِِّ رَسُولٍ أَرْسَلَهُ.
أمّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ الله اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ وَأنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فقد قال الله تعالى في القرآن الكريم: وَعَاشِرُوهُنّ بِالمَعْرُوف

Alhamdulillah segala puji milik Allah Tuhan semesta alam. Maka, sudah seharusnya, kita bersyukur atas pemberian nikmat yang tak terhingga ini. Jikalau kita disuruh menghitung nikmat yang diberikan Allah kepada kita, tak akan pernah dan tidak akan terhitung. Maka mari sama-sama kita mensyukuri nikmatnya dengan selalu taat dan bertakwa kepada Allah.

Hadirin...

Dalam syariat Islam, rumah tangga adalah sebuah ikatan suci. Ketika akad nikah berarti dua insan itu telah menyatakan perjanjian di hadapan Allah yang harus dirawat dan dijaga agar bahtera kehidupannya tumbuh dengan rasa saling mencintai, menambah rasa tenang, dan kasih sayang yang Allah ridai.

Bagaimana agar rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang disukai Allah?

Tentu, dalam pandangan Islam, kuncinya adalah menjalankan roda kehidupan keluarga sesuai dengan apa yang telah diajarkan Rasulullah SAW. Artinya kita berusaha mencontoh bagaimana beliau bergaul dengan istri-istrinya. Dalam suatu hadis yang diriwayatkan Istri Rasulullah Sayidah ‘Aisyah Rasul berkata:

إِنَّ مِنْ أَكْمَلِ المُؤمِنِينَ إيْمانا أَحسنُهم خُلُقا وَأَلْطَفَهم بِأَهْلِه (الترمذي)

“Sesungguhnya merupakan orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan paling berlemah lembut terhadap istrinya.”

Maka, sebagai suami jadilah suami yang bertanggung jawab, perlakukanlah istri kalian dengan perlakuan yang baik. Allah SWT berfirman:

وَعَاشرُوهُنّ بِالمَعْرُوف

“Pergaulilah mereka secara baik.”

Pergaulilah istrimu dengan perkataan dan tindakanmu yang baik.

Bukankah Nabi telah mengajarkan sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik kepada istrinya (keluarganya)?

Artinya, orang yang berlaku baik kepada istri dan anak-anaknya adalah orang yang dinyatakan baik oleh syariat Islam. Berarti orang yang tidak memperlakukan istri dan anak-anaknya tidak baik adalah orang yang berdosa dan dinyatakan tidak baik dalam syariat Islam.

Munakahat

Kumpulan tulisan dengan topik pernikahan dan keluarga islami dapat teman-teman temukan

di sini

Hadirin...

Sadarlah wahai para suami, istrimu adalah teman hidup kalian yang harus dijaga kehormatannya dan diperlakukan dengan penuh kemuliaan. Ketika kalian memperlakukan istrimu dengan tidak baik bahkan berani bertindak memukul  wajah dan menyiksanya, berarti seorang suami telah melakukan tindak kekerasan kepada istri (KDRT) yang tentunya tidak sejalan dengan ajaran agama Islam, secara hukum negara dan secara budaya.

Lihatlah wahai para suami, apa yang diajarkan Nabi. Dalam sebuah riwayat, Sayidah ‘Aisyah RA berkata:

مَا ضَربَ رسولُ الله صلى الله عليه وسلم شَيْئًا قطّ بِيَدِهِ ولا امرأةً ولا خَادِمًا اِلَّا أَنْ يُجَاهِدَ فِي سَبِيلِ اللّهِ (رواه مسلم)

“Rasulullah SAW tidak pernah memukul siapapun dengan tangannya, tidak pada perempuan (istri), tidak juga pada pembantu, kecuali dalam perang di jalan Allah.”

Lihatlah Nabi kita, tidak pernah memukul sekalipun kepada siapapun. Dalam hadis lain Rasul secara tegas melarang seorang suami memukul wajah istri.

وعن حكِيمِ بنِ معاويةَ القُشَيرِي عَنْ أبيْهِ قال : قلْتُ : يا رسول الله مَا حقُّ زوْجةُ أحدِنا عليه ؟ قال : أن تُطْعِمَها إذا طعمتَ وتكسُوها إذا اكتَسَيتَ ولا تَضْرِب الوجهَ ولا تقْبحْ ولا تهجُرْ إلا في البيتِ

Artinya: “Dan dari Hakim bin Muawiyyah Al-Qusyairi dari ayahnya, ia berkata: Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah hak istri seseorang atas suaminya?” Beliau bersabda, “Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, dan memberinya pakaian jika engkau berpakaian. Janganlah kamu memukul wajahnya, janganlah kamu mengucapkan kata-kata yang buruk, dan janganlah kamu mendiamkannya kecuali di dalam rumah.”

Kiranya ini cukup mempertegas agar kita berlemah lembut dalam bermuamalah dengan istri. Mari sama-sama mengingat hadis diatas acuan kita dalam menjalankan rumah tangga ala Rasulullah SAW.

بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظٓيم ونَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِالأيَاتِ والذِّكرِ الحَكِيم وتَقَبَّلْ مِنِّي ومِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيم

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للّٰهِ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ لَهُ اَلْوَاقِفِيْنَ عَلَى بَابِهِ حَتَّى يَرْضَى وَيَفْتَحَ عَلَيْنَا فُتُوْحَ الْعَارِفِيْنَ بِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَنَبِيُّهُ وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلْأُمَّةِ وَجاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ حَتَّى أَتَاهُ الْيَقِيْنَ، فَصَلَّى اللّٰهُ عَلَيْكَ وَسَلَّمَ يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ!
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ … اِتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهَوا عَمَّا نهى وَاعْلَمُوْا أنَّ اللّٰهَ أمَرَكُمْ بِأمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى أنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيّ يَا أيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إنْدُوْنِيْسِيَا خَاصَّةً، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
نَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِحُرْمَةِ بَابِكَ كُلِّهِ أَنْ تُنَزِّلَ النَّعِيْمَ وَالْخُلْدَ عَلَى أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ وَضَحَايَا الْإِرْهَابِيِّ فِيْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا وَأَنْ تُنَزِّلَ الْعَافِيَةَ وَالشِّفَاءَ عَلَى الْجُرْحَى وَالْمُصَابِيْنَ وَأَنْ تُنَزِّلَ الْأَمَانَ وَالْعَافِيَةَ عَلَى بِلَادِنَا وَأَوْطَانِنَا كُلِّهَا وَعَلَى بِلَادِ الْعَالَمِيْنَ، وَنَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ لِأَهْلِ أَرْضِ إِنْدُوْنِيْسِيَا عَلَى وَجْهِ الْخُصُوْصِ أَنْ تَحْفِظَهُمْ، اَللَّهُمَّ احْفَظْ إِنْدُوْنِيْسِيَا وَشَعْبَهَا الْعَظِيْمَ وَاحْفَظْ عُقُوْلَهُمْ وَزَكِّ نُفُوْسَهُمْ وَوَسِّعْ أَرْزَاقَهُمْ وَجَمِّلْ أَخْلَاقَهُمْ وَابْسُطْ بَيْنَهُمْ بِسَاطَ الرَّخَاءِ وَالْعَافِيَةِ وَالْوَفْرَةِ وَالسَّعَةِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ

💡
Baca juga khutbah lain di rubrik KHUTBAH atau tulisan menarik Irfan Rifqi Fauzi

Latest