Salah satu ciri orang beriman adalah ketaatan kepada Allah. Salah satu kewajiban yang diperintahkan kepada kita adalah salat lima waktu. Setiap hari kita mendengar azan, seruan untuk salat, yang menunjukkan bahwa salat adalah kewajiban seorang muslim dalam menjalankan perintah Allah.
Namun, masih ada sebagian umat muslim yang belum tergerak untuk menunaikan salat. Rukun Islam yang kedua ini bukan sekadar rutinitas yang menjadi kebiasaan, tetapi merupakan salah satu bentuk munajat, sarana interaksi seorang hamba dengan Sang Pemilik langit dan bumi. Nabi bersabda:
الْمُصَلِّي يُنَاجِي رَبَّهُ
"Orang yang salat itu sedang bermunajat dengan Tuhannya."
Masihkah kita enggan memenuhi seruan salat, padahal di dalamnya kita bisa berinteraksi langsung dengan Allah? Tidakkah kita menginginkan kebahagiaan di dunia dan akhirat? Dalam seruan salat, azan selalu menyertakan "حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ" setelah "حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ". Artinya, "Mari menuju kemenangan." Jika kita ingin kebahagiaan sejati, maka salatlah, karena dengan salat, kebahagiaan tidak hanya diraih di dunia, tetapi juga di akhirat, kebahagiaan yang abadi selamanya.
"Sesungguhnya amalan pertama seorang hamba yang akan diadili di hari kiamat adalah salat, apabila baik salatnya maka ia telah menang dan selamat, namun apabila rusak salatnya maka ia telah celaka dan merugi. Dan jika kurang salat wajibnya, Allah berfirman: ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki salat sunnah?’ Maka dengan salat sunnahnya disempurnakanlah salat wajibnya, kemudian semua amalan dihisab seperti itu.”
Tafsir
Kumpulan tulisan bertema tafsir Al-Quran dapat teman-teman baca
"Dirikanlah salat, sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar."
Mendirikan salat tidak hanya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, tetapi juga sebagai cara untuk menjauhkan diri dari perbuatan yang dimurkai-Nya serta membersihkan hati dan jiwa kita.
Hadirin Rahimakumullah...
Salat menghadirkan ketenangan dalam hidup. Dunia ini diciptakan untuk kita gunakan beribadah kepada Allah, dan salat adalah jalan menuju keridaan-Nya. Dengan salat, Allah mempermudah rezeki dan menenangkan hati kita dalam urusan duniawi. Bagaimana mungkin kita meninggalkan salat dengan alasan mencari rezeki, padahal yang memberikan rezeki justru memerintahkan kita untuk salat?
Bagi mereka yang menjaga salatnya, akan diberikan keselamatan di akhirat. Nabi bersabda: